JAKARTA, ZNEWS.id – Warga Jawa Tengah beberapa hari terakhir mengeluhkan udara yang terasa sangat panas dan sangat melelahkan.
Seorang warga Cilacap, Rina (34), mengaku aktivitas di luar rumah terasa lebih melelahkan. “Kalau siang hari keluar rumah, rasanya seperti terbakar. Minum air terus pun tetap panas,” ujarnya.
Warga lain di Semarang juga menyampaikan keluhan serupa, dengan suhu terasa sangat tinggi meski masih dalam kategori normal menurut BMKG.
Ketua Tim Pelayanan Data BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan, suhu maksimum di beberapa daerah meningkat akibat posisi semu matahari bergeser ke belahan bumi selatan dan berkurangnya tutupan awan.
“Di Semarang, suhu maksimum tercatat 35°C pada 14 Oktober, sedangkan di Cilacap 32°C hingga pukul 10.00 WIB,” kata Teguh, dikutip Antara.
Pengukuran di Kroya, Cilacap, menunjukkan 34°C, dan di Banyumas juga tercatat 34°C.
BMKG memprediksi suhu panas akan bertahan hingga akhir Oktober sebelum menurun awal November seiring meningkatnya curah hujan. Teguh mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian pelindung, menggunakan payung, memperbanyak minum air, dan membatasi aktivitas di luar rumah antara pukul 10.00–15.00 WIB.












