Ilustrasi Tren Lazy Girl Job dan Wacana Kesehatan Kontemporer. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto/wsj)

Oleh: Dokter Dito Anurogo MSc PhD (Candidate) (Dokter pengampu Telemedicine di SMAN 13 Semarang, dosen tetap di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar, Kandidat Doktor di IPCTRM College of Medicine Taipei Medical University Taiwan, Ketua Komisi Kesehatan Ditlitka PPI Dunia, penulis buku profesional salah satu bukunya berjudul “The Art of Televasculobiomedicine 5.0”, reviewer jurnal nasional dan internasional, trainer bersertifikasi BNSP)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pada era digital saat ini, muncul berbagai fenomena baru yang mendapat sorotan luas dari masyarakat, khususnya pengguna media sosial. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah tren lazy girl job.

Tren ini merujuk pada jenis pekerjaan yang dianggap tidak memerlukan banyak usaha fisik atau kehadiran di tempat kerja secara fisik, namun tetap menghasilkan pendapatan yang memadai.

Istilah lazy girl job sendiri muncul dari kalangan warganet yang mencari cara untuk bekerja secara lebih efisien di rumah atau dengan fleksibilitas waktu yang tinggi, seringkali dipicu oleh keinginan untuk memiliki keseimbangan hidup dan kerja yang lebih baik.

Pengertian lazy girl job tidak terbatas pada pekerjaan tertentu tapi mencakup berbagai bidang yang memungkinkan seseorang bekerja dari jarak jauh atau dengan jam kerja yang fleksibel.

Ini bisa mencakup pekerjaan freelance, bisnis online, hingga kegiatan yang menghasilkan pendapatan dari media sosial, seperti menjadi pemengaruh  (influencer) atau kreator konten.

Asal-usul tren ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi digital dan perubahan pola pikir masyarakat tentang konsep kerja tradisional.

Pandemi Covid-19 juga turut mempercepat penerimaan konsep kerja fleksibel ini, seiring dengan banyaknya orang yang terpaksa bekerja dari rumah.

Tujuan pembahasan lazy girl job adalah untuk menggali lebih dalam bagaimana tren ini memengaruhi kesehatan fisik dan mental para penggiatnya, serta implikasinya dalam strategi digital marketing.

BACA JUGA  Agar Anak Berpikir Kreatif

Di satu sisi, tren ini menawarkan peluang baru bagi perempuan untuk mendapatkan pendapatan dengan cara yang lebih fleksibel. Namun, di sisi lain, terdapat potensi dampak negatif terhadap kesehatan, seperti kurangnya aktivitas fisik dan risiko masalah kesehatan mental, yang perlu diperhatikan.

Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih seimbang tentang tren lazy girl job  baik dari segi peluang maupun tantangannya, khususnya dalam konteks kesehatan dan digital marketing.

LEAVE A REPLY