Ilustrasi mengatur keuangan. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Survei yang dilakukan OVO yang dilakukan pada 469 responden pengguna OVO di Jabodetabek dan non Jabodetabek menemukan bahwa 6 dari 10 orang mengalami kesulitan mengatur keuangan saat Ramadan. Terlebih, saat ini masih kondisi pandemi sehingga kebutuhan cenderung lebih banyak.

Perencana Keuangan Lolita Setyawati mengungkapkan bahwa membengkaknya dana yang harus dikeluarkan selama Ramadan karena adanya ‘Gaya Hidup Ramadan’. Gaya hidup ini terjadi karena kebiasaan masyarakat yang selalu membeli cemilan atau takjil untuk berbuka puasa.

Belum lagi adanya belanja untuk penampilan yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Lebaran. Serta, adanya THR yang membuat mereka sangat bergantung pada THR.

“Karena, esensinya THR itu adalah bonus. Tapi, karena selalu didapatkan setiap tahun, menjadi hal yang rutin sehingga masyarakat menjadi sangat bergantung pada THR. Padahal, THR adala unjangan hari raya yang hanya digunakan untuk hari raya,” katanya dalam diskusi virtual, dikutip dari Antara, Sabtu (1/5/2021).

Lebih lanjut, Lolita menambahkan bahwa kesalahan yang sering kali dilakukan saat Ramadan antara lain tidak membuat perencanaan atau anggaran, tidak mencatat pengeluaran, dan mudah tergoda ‘keinginan’.

Ditambah lagi, menggunakan sumber dana yang tidak sesuai peruntukkan. Misalnya, dana darurat, bahkan berutang demi gaya hidup Ramadan. Terakhir, tidak membuat skala prioritas.

Sementara, saat Ramadan ada beberapa kebutuhan tambahan ataupun pengeluaran khas Ramadan, seperti biaya mudik, zakat, memberikan THR pada yang bekerja. Serta, memberikan bingkisan kepada keluarga maupun kerabat.

LEAVE A REPLY