FLORES TIMUR – Status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Senin (1/1/2024) pukul 04:00 WITA.

Peningkatan ini dilakukan karena gunung tersebut selama seminggu sebelumnya terus mengeluarkan asap kawah tanpa henti.

Akibat aktivitas tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki terpaksa melakukan evakuasi untuk menjaga keselamatan diri.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa telah mengirimkan tim Respons Darurat Kesehatan (RDK), yaitu Tim RDK LKC Dompet Dhuafa, untuk memberikan layanan medis kepada para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Foto: LKC DD)

Dalam situasi tersebut, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa telah mengirimkan tim Respons Darurat Kesehatan (RDK), yaitu Tim RDK LKC Dompet Dhuafa, untuk memberikan layanan medis kepada para pengungsi.

Pada 8 Januari 2024, Faisal dari tim RDK LKC Dompet Dhuafa melaporkan bahwa sebanyak 33 orang pengungsi telah menerima layanan kesehatan dari tim tersebut, terdiri dari 11 laki-laki dan 22 perempuan. Tim juga mendistribusikan sebanyak 50 masker.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa telah mengirimkan tim Respons Darurat Kesehatan (RDK), yaitu Tim RDK LKC Dompet Dhuafa, untuk memberikan layanan medis kepada para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Foto: LKC DD)

Penerima manfaat layanan kesehatan ini mayoritas adalah usia dewasa, diikuti oleh lansia, remaja, anak, bayi, dan balita. Rinciannya adalah 15 dewasa, 11 lansia, 7 remaja, 5 anak, 3 bayi, dan 2 balita.

Dalam bencana ini, penyakit yang paling banyak dilaporkan mencakup Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan batuk pilek sebanyak 25 orang, dispepsia atau gangguan pencernaan, mual, dan muntah sebanyak 11 orang, serta diare sebanyak 3 orang.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Bangun Ketahanan Pangan Skala Desa di Sukabumi

LEAVE A REPLY