Salwan Momika membakar Al-Qur’an di Swedia. (Foto/wealthypeeps.com)

ZNEWS.ID STOCSTOCKHOLM – Platform berbagi video pendek TikTok telah menonaktifkan akses Salwan Momika, seorang imigran asal Irak yang melakukan pembakaran Al-Qur’an di Swedia, dengan tujuan menghindari penggunaan kontennya untuk keuntungan. Langkah ini diambil setelah laporan media lokal pada hari Selasa (29/8/2023).

Beberapa perwakilan TikTok telah mengonfirmasi bahwa fitur yang memungkinkan pengguna memberikan uang kepada Momika telah dinonaktifkan, sesuai dengan berita yang disampaikan oleh Radio Swedia.

Dengan keputusan ini, pengguna tidak lagi dapat memberikan “hadiah” kepada Momika ketika menonton video-videonya di TikTok.

Momika telah menuai kontroversi karena aksinya membakar kitab suci umat Islam, Al-Qur’an, dalam serangkaian protes anti-Islam. Tindakan ini telah memicu kemarahan di banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Salwan Momika, yang saat ini berdomisili di Stockholm, mengungkapkan bahwa video pembakaran Al-Qur’an yang diunggahnya telah dilihat jutaan kali.

Sebelumnya, ia mampu menghasilkan pendapatan antara 100 hingga 300 dolar AS (sekitar Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta) dari TikTok melalui siaran langsung selama satu jam. Akan tetapi, Momika kini tidak lagi dapat memperoleh pendapatan dari fitur ini karena TikTok telah mematikannya.

Dilaporkan oleh surat kabar Aftonbladet, Momika telah terlibat dalam masalah hukum sebelumnya. Pada 2021, ia dinyatakan bersalah karena mengancam seorang pencari suaka asal Eritrea dengan menggunakan pisau di tempat penampungan pengungsi.

LEAVE A REPLY