JAKARTA, ZNEWS.id — Impitan ekonomi dan keterbatasan ruang membuat sebagian warga di Gang Sejahtera, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bertahan hidup tanpa septic tank selama puluhan tahun.
Di tengah padatnya permukiman ibu kota, WC umum menjadi satu-satunya pilihan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari.
Heni (48), warga setempat, mengaku belum pernah memiliki septic tank sejak menetap di kawasan tersebut sekitar 30 tahun lalu. Setiap hari, ia bersama keluarganya harus menggunakan WC umum yang kondisinya terbatas dan kurang layak.
Dengan penghasilan dari warung kecil-kecilan, biaya pembangunan septic tank menjadi hal yang sulit dijangkau.
“Masalahnya di biaya. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pas-pasan, jadi enggak sanggup kalau harus bikin septic tank,” ujar Heni, dikutip kompas.com.
Ketergantungan pada WC umum kerap menimbulkan ketidaknyamanan. Saat malam hari, Heni harus keluar rumah melewati gang sempit dan gelap, bahkan terkadang harus mengantre.
Kondisi WC yang kotor juga menjadi keluhan warga, namun keterbatasan ekonomi membuat mereka tak memiliki banyak pilihan.
Heni berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu warga tidak mampu melalui program penyediaan septic tank gratis atau bantuan sanitasi rumah tangga.
Ketua RT 05 RW 08, Farida, membenarkan bahwa sempitnya lahan dan kondisi rumah yang kecil menyulitkan warga membangun septic tank.
Keberadaan WC umum sejak puluhan tahun lalu juga membuat sebagian warga menunda penyediaan sanitasi pribadi.
“Saat itu mereka merasa cukup karena ada WC umum. Lama-kelamaan rumah makin padat dan tidak ada ruang untuk septic tank,” jelas Farida.
Saat ini, masih tersisa sekitar lima rumah warga asli yang belum memiliki septic tank. Namun, beban WC umum tetap berat karena banyak rumah di sekitar yang beralih fungsi menjadi kontrakan tanpa fasilitas sanitasi memadai.























