Jakarta, ZNEws.id – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah menyelesaikan tahapan uji kelayakan dan kepatutan. Penetapan tersebut diputuskan dalam rapat internal Komisi XI DPR RI untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur BI yang sebelumnya ditinggalkan Juda Agung.

Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun menyampaikan, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh fraksi yang hadir dalam rapat internal komisi.

“Komisi XI DPR menggelar rapat internal yang diawali rapat pimpinan bersama delapan poksi. Telah disepakati bahwa Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” tegas Misbakhun, Senin (26/1/2026).

Dalam proses seleksi terbuka tersebut, Thomas berhasil mengungguli dua kandidat lain. Mereka yakni Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, serta Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Diusulkan Presiden, Lewati Proses Panjang

Thomas Djiwandono sebelumnya diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu calon Deputi Gubernur BI. Usulan itu merupakan tindak lanjut dari tiga nama yang diajukan Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Presiden, sebelum diteruskan ke DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres).

Proses ini berjalan sesuai mekanisme Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, yang mengatur pengisian jabatan Dewan Gubernur BI. Thomas mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI pada Senin, 26 Januari 2026, sebelum akhirnya terpilih.

Latar Belakang Keluarga Ekonomi dan Keuangan

Thomas M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi dan keuangan nasional.

Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia pada era Presiden Soeharto dan kini dikenal sebagai akademisi di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.

Thomas juga merupakan cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46. Ia telah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

Riwayat Pendidikan Internasional

Pendidikan dasar dan menengah Thomas ditempuh di Jakarta, termasuk di SMP Kanisius, Menteng. Ia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri.

  • Sarjana Sejarah (Bachelor of Arts in History) dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat (1994).
  • Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University – School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC (2003).

Latar belakang pendidikan ini membekali Thomas dengan perspektif ekonomi global dan hubungan internasional.

Dari Jurnalis hingga Eksekutif Bisnis

Karier profesional Thomas dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, lalu bergabung dengan Indonesia Business Weekly setahun kemudian.

Setelah itu, ia beralih ke sektor keuangan dan sempat bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong. Pengalaman internasional ini menjadi pintu masuknya ke dunia bisnis dan investasi.

Pada pertengahan 2000-an, Thomas bergabung dengan Arsari Group, perusahaan agrobisnis milik pamannya, Hashim Djojohadikusumo, dan menjabat sebagai Deputy CEO pada 2006. Ia juga meniti karier panjang di Comexindo Internasional, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis (2004), Deputi CEO (2008–2009), hingga CEO pada periode 2010–2024.

Kiprah Politik dan Jabatan Wakil Menteri Keuangan

Di bidang politik, Thomas dikenal sebagai kader Partai Gerindra. Ia pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Kalimantan Barat dan sejak 2008 menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra.

Dalam Pemilu Presiden 2014, Thomas berperan penting dalam pengelolaan logistik dan pendanaan Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa.

Karier pemerintahannya dimulai ketika ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Setelah pergantian pemerintahan, Thomas kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 21 Oktober 2024.

Lepas Atribut Politik demi BI

Dalam proses pencalonan Deputi Gubernur BI, Thomas telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang yang melarang anggota Dewan Gubernur BI menjadi pengurus atau anggota partai politik.

Komisi XI DPR RI memastikan seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi sebelum uji kelayakan digelar. Dengan terpilihnya Thomas Djiwandono, Bank Indonesia kini bersiap memiliki Deputi Gubernur baru dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi, bisnis, dan kebijakan publik.

Keputusan akhir pengangkatan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI selanjutnya akan ditetapkan secara resmi oleh Presiden.

LEAVE A REPLY