Tim Dompet Dhuafa melakukan survei serta Quality Control (QC) di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID MALUKU TENGGARA – Pada momen Tebar Hewan Kurban (THK) 1445 H/2024 M, Tim Dompet Dhuafa melakukan survei serta Quality Control (QC) di wilayah timur Indonesia. Tepatnya di Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Penduduk setempat menyebut kepulauan ini dengan nama Nuhu Evav atau Kepulauan Evav. Sebelah barat kepulauan ini berbatasan dengan Kepulauan Aru, dan di timur laut berbatasan dengan Kepulauan Tanimbar.

Ada dua moda transportasi untuk menuju pulau seluas 399 km persegi ini, yaitu penerbangan udara dan penyeberangan laut. Keduanya hanya bisa dilakukan dari Ambon, Maluku.

Bukan waktu yang menenangkan sebenarnya terbang ataupun berlayar ke pulau kecil ini di bulan Mei. BMKG Maluku Tenggara memperkirakan bahwa angin bertiup menuju Barat Laut dengan kecepatan 10 hingga 15 knot atau 20 km per jam, dengan tinggi gelombang 1.25 hingga 2.50 meter.

Selain itu, perlu diwaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang diakibatkan oleh Bibit Siklon Tropis 91P di wilayah Kepulauan Kei. Masyarakat Kei menyebut musim di bulan-bulan sekarang ini dengan Musim Angin Timur atau Angin Muson Timur.

Di musim ini, masyarakat cenderung tidak akan melakukan aktivitas di laut, baik untuk berlayar mencari ikan ataupun hanya sekedar menyeberang.

Tiba di Tanah Kei pada Senin (20/5/2024), Tim Dompet Dhuafa bertemu dengan Jamaluddin, mitra Dompet Dhuafa Maluku di Pulau Kei. Sudah beberapa kali Dompet Dhuafa menyalurkan program sosial melalui tangan Jamal. Namun, belum untuk THK.

Ditemani Jamal, tim mengunjungi beberapa ohoi (desa) di pinggir-pinggir kabupaten. Tujuannya untuk dua hal, yaitu mencari sapi-sapi kurban sekaligus melakukan QC. Kedua, melakukan asesmen terhadap calon penerima manfaat kurban.

BACA JUGA  Tampil Menarik, Parni Apresiasi Gerai Dompet Dhuafa di Margo City Mall

Berbeda dengan QC yang dilakukan oleh kebanyakan Tim THK di wilayah barat dan tengah yang hewan-hewannya berada di kandang warga atau di Sentra Ternak DD Farm. Di wilayah Indonesia Timur, tim biasa melakukan QC di alam lepas.

Ini karena bukan menjadi kebiasaan masyarakat mengikat hewan ternak di kandang. Termasuk sapi-sapi ternak yang dibiarkan secara lepas di alam bebas. Meski terkadang tetap diikat di pohon atau batu besar.

LEAVE A REPLY