Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID KUPANG – Hari Tasyrik Iduladha telah memasuki hari terakhir di Kota Kupang. Sebagian warga muslim di sini mulai bergelut dengan rutinitas hariannya. Sementara, sebagian lain masih larut dalam semarak perayaan Hari Iduladha.

“Hari ini hari terakhir kita bisa berkurban!” Begitu kiranya semangat yang gamblang. Semangat itu juga nampak pada Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di malam hari Tasyrik terakhir, ada sinyal positif dari Sriyati—Pimpinan Cabang DD NTT—yang membuat status “Alhamdulillah…” di aplikasi pesan hijau.

Pagi harinya masuk pesan dari Sriyati, “Mas, ada pemotongan di STAI Kupang, itu kampus baru dan masih merintis. Mas bisa liputan ke sana”. Tanpa pikir panjang, kami segera bergegas menuju ke lokasi.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dompet Dhuafa)

Sesampainya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kupang, kami langsung diarahkan menuju serambi kampus yang temboknya berwarna hijau-kuning seperti madrasah.

Di sana sudah ada Tim THK Dompet Dhuafa NTT, Aji dan beberapa relawan, yang menenteng daftar nama pekurban dan alat peraga kurban.

“Selamat datang di kampus Islam pertama di NTT bang,” sambut Aji dengan ramah.

Sambutan itu membuat kami heran, apakah betul yang diucapkannya?

BACA JUGA  Bakteri Penghasil Energi Listrik Alternatif 

LEAVE A REPLY