Ilustrasi depresi. (Foto: Shutterstock)

Oleh: Alif Fitrah

ZNEWS.ID JAKARTA – Maraknya kasus bunuh diri yang menjadi pemberitaan hangat belakangan ini, menjadi PR penting bagi pemerintah maupun masyarakat  agar lebih aware untuk memerhatikan lingkungan sekitar. Sehingga, orang terdekat kita tak menjadi salah satu korban yang mungkin saja nekat melakukan hal serupa.

Kasus bunuh diri yang marak ini tidak lepas dari permasalahan pribadi yang dialami korban sehingga memiliki kebuntuan untuk terus melanjutkan hidup mereka.

Kasus bunuh diri harus menjadi perhatian penting di dunia. Pasalnya, sudah ada lebih dari 800 ribu kasus bunuh diri terjadi di dunia. Berarti, ada 1 orang yang meninggal dunia per 40 detik di dunia menurut pengetahuan dari Benny Prawira Siauw, Kepala Komunitas Into The Light Indonesia.

Di Indonesia sendiri sudah terjadi lebih dari 8.580 kasus bunuh diri sejak 1990-2016, dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam kasus bunuh diri di Indonesia bahkan di dunia, sebagian besar berakibat dari mental illness. Secara luas, mental illness mempunyai makna yang luas yaitu gangguan kejiwaan yang mempengaruhi pemikiran, perasaan dan perilaku manusia mulai dari yang skala kecil hingga besar.

Dalam skala kecilnya, penyebab bunuh diri yang menjadi bagian dari mental illness yaitu depresi. Fun fact-nya, depresi lebih banyak menyerang usia remaja atau di usia awal 20-an.

Depresi dapat muncul dari berbagai faktor, terlebih di usia remaja yang notabennya belum terlalu bisa mengendalikan emosi dan diri mereka. Faktor-faktor yang memengaruhi seseorang rentan depresi yaitu kesepian, trauma masa kecil baik akibat pelecehan atau yang lainnya, masalah keuangan, keluarga atau yang paling marak terjadi saat ini yaitu kasus bullying.

BACA JUGA  Memasak sebagai Terapi Jiwa

LEAVE A REPLY