JAKARTA – Dinas Kesehatan DKI Jakarta menantang Warga DKI Jakarta untuk hidup sehat dan terhindar dari penyakit tidak menular (PTM) dengan mengikuti tantangan berjalan kaki 7.500 langkah setiap hari.

Kepala Seksi Usia Produktif, Lanjut Usia dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan langkah 7.500 tersebut bisa dilakukan di banyak ruang terbuka hijau (RTH), atau taman-taman.  Atau bisa di sejumlah trotoar salah satunya di Jalan Sudirman – MH Thamrin agar ramah bagi pejalan kaki.

Menurut studi, berjalan kaki 7.500 langkah per hari cukup baik untuk mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi dan obesitas.

Tantangan yang menjadi bagian dari kampanye “Jakarta Berjaga (Bekerja, Bergerak, Berolahraga dan Bahagia)” ini dibuka untuk seluruh pegawai di DKI Jakarta, baik yang tinggal di DKI Jakarta atau warga di luar Jakarta seperti Bogor, Depok, Bekasi berusia 15 tahun ke atas.

Lady mencatat mencatat sebanyak 5.246 orang mengikuti tantangan ini. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 2.929 orang peserta perempuan. Sementara berdasarkan kategori pekerjaan, sebanyak 2.947 peserta ASN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lalu 1.018 orang masyarakat umum, 846 peserta pegawai swasta, 300 orang dari BUMN/BUMD.

Kemudian sisanya, yakni peserta berasal dari Kementerian dan institusi pendidikan.

Puncak kampanye “Jakarta Berjaga” dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni 2024 di Plaza Sudirman dan Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang diawali dengan kegiatan berjalan kaki bersama pukul 06.00 WIB.

“Dimulai di Patung Bung Karno di depan lapangan softball dalam kompleks GBK, arah ke pintu 7 Senayan, lalu berjalan ke Semanggi, mutar ke lingkar Semanggi, balik ke Jalan Sudirman menuju Patung Pemuda dan masuk pintu 6 Plaza Sudirman,” jelas Lady.

BACA JUGA  Ini Rekomendasi Olahraga yang Aman untuk Penderita Asma

Dia menegaskan, ada medali untuk finisher tantangan 7.500 per hari selama 14 hari. Bisa pakai ponsel ada aplikasi apapun lakukan jalan kaki 7.500 per hari lalu mendaftar (submit) di website. Medali diambil Dinkes DKI Jakarta.

LEAVE A REPLY