Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pemerintah memberikan anjuran protokol kesehatan agar masyarakat dapat menggunakan layanan telemedicine untuk konsultasi dengan dokter, hingga membeli obat yang dapat dilakukan secara daring dari rumah saja.

Hal tersebut dilakukan sebagai cara agar menghindari terjadinya penularan virus saat dalam perjalanan maupun di rumah sakit (RS).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa kemungkinan penularan jenis-jenis virus termasuk SARS-CoV-2 di rumah sakit sangat tinggi.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar menghindari kunjungan ke RS dan beralih menggunakan layanan telemedicine

“Dengan layanan telemedicine, masyarakat tidak perlu datang ke rumah sakit untuk sekadar melakukan konsultasi ke dokter atau membeli obat,” kata Yuri, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (27/4/2020).

Ia berharap, layanan konsultasi medis sudah lebih banyak didorong untuk tidak menggunakan kunjungan rumah sakit, tidak bertemu secara langsung, tidak memberikan ruang untuk kontak dekat dengan banyak orang di rumah sakit.

Hingga saat ini, kata Yuri, dilaporkan terdapat adanya peningkatan penggunaan layanan telemedicine di masyarakat.

“Data sampai saat ini sudah lebih dari 300 ribu masyarakat yang sudah memanfaatkan layanan telemedicine. Ini yang kita harapkan, hari ke hari semakin meningkat, sehingga lebih memudahkan layanan konsultasi medis,” ujarnya.

Telemedicine di Indonesia, kata Yuri, telah memiliki 12 layanan perusahaan kesehatan digital yang tergabung dalam Indonesia Telemedicine Association atau Atensi.

Selain melalui layanan tersebut, masyarakat juga bisa menggunakan konsultasi medis secara daring yang disediakan oleh BUMN.

Editor: Agus Wahyudi
Sumber: bnpb.go.id

BACA JUGA  Kasus Positif Corona Bertambah 496, Pasien Sembuh Meningkat Jadi 4.324

LEAVE A REPLY