Ilustrasi ibadah haji. (Foto: Antara/Imam Hanafi)

Oleh: Ishaq Zubaedi Raqib (MCH Daker Makkah Al Mukarramah)

ZNEWS.ID JAKARTA – Di antara para Nabi dan Rasul, nama Musa bin Imron AS, dikenal sebagai salah satu Nabi Ulul Azmi. Para Nabi dan Rasul di kelompok ini, berada di derajat tinggi dalam pandangan Allah dan makhluk-Nya.

Nama Nabi Musa paling sering disebut dalam banyak Kitab Suci. Bahkan, Al-Qur’an mencatat tak kurang dari 136 kali. Terbanyak di antara nabi-nabi lain. Ia bahkan mengalahkan Ibrahim AS. Kakek buyut Nabi Muhammad ini “cuma” disebut sebanyak 69 kali dalam Al-Qur’an.

Ada riwayat menuturkan soal hubungan “personal” Musa AS dengan Tuhan. Demikian akrab, hingga Musa AS. dapat kapan saja berkomunikasi dengan Tuhan. Dia bisa ngobrol dan mengadukan apa yang dia mau.

Karena maqamnya itu, Musa AS dikenal dengan julukan Kalimullah–orang yang diajak berbicara langsung oleh Tuhan. Dari sekian kali obrolan itu, ada riwayat yang mengisahkan soal catatan amal ibadah Musa AS yang “dipertanyakan” Tuhan.

Dalam munajat, demikian kisah ringkasnya, Musa ditanya Tuhan. Kurang lebih begini, “Musa, banyak benar ibadahmu. Manakah ibadah yang akan kauhadiahkan kepada-Ku?” tanya Tuhan.

Nabi Musa terperanjat. Dia niatkan dan lakukan semua ibadah untuk Tuhan. Kenapa Tuhan bertanya seperti itu. Satu demi satu Musa menyebut jenis ibadah. Dari salat, puasa, sedekah, zikir dan kurban. “Hajiku juga untuk-Mu, ya, Rabb.” Tapi Tuhan menukas. “Itu semua untukmu.”

Musa AS sedih. Tubuhnya ambruk. Dua lututnya bergetar keras. Lunglai. Dengan suara tercekat, ia memohon agar Tuhan menunjukkan ibadah dan amalan yang dapat dipersembahkan untuk-Nya. “Berkhidmahlah kepada hamba-hamba-Ku,” ujar Tuhan.

BACA JUGA  Saudi Pastikan Penyelenggaraan Haji, Kemenag Koordinasikan Rencana Operasional

LEAVE A REPLY