Ilustrasi siswa madrasah. (Foto: Kemenag)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ikhtiar mengoptimalkan potensi serta meningkatkan kompetensi dan kualitas siswa madrasah terus dilakukan. Terbaru, Kementerian Agama (Kemenag) akan membekali siswa madrasah dengan Computational Thinking (CT).

CT adalah proses berpikir untuk memformulasikan persoalan dan solusi secara efektif, efisien, dan optimum. Sehingga, solusi tersebut secara efektif dilaksanakan oleh agen pemroses informasi (komputer, robot, atau manusia).

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Bebras Indonesia untuk pembekalan CT bagi siswa madrasah. Pembekalan dilakukan bertahap, dengan piloting madrasah di wilayah Salatiga dan sekitarnya.

MoU ini ditandatangani secara virtual oleh Muhammad Ali Ramdhani dengan Ketua Bebras Indonesia Inggriani Liem. Hadir di lokasi Dirjen Pendidikan Islam menandatangani MoU, Sekretaris Bebras Indonesia Adi Mulyanto serta Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar.

Bersamaan itu, ditandatangani juga MoU antara Dirjen Pendidikan Islam dengan Rektor IAIN Salatiga Zakiyudin. Ikut mendampingi Wakil Rektor 1 dan 2 IAIN Salatiga. Penandatanganan dua MoU ini berlangsung di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

“Piloting di Salatiga karena dosen-dosen IAIN Salatiga sudah pernah menerapkan tantangan Bebras CT di beberapa siswa madrasah di pesantren,” kata Ali.

Dia berharap penerapan CT pada madrasah di Indonesia dapat cepat dilakukan. Siswa madrasah juga diharapkan dapat segera berpartisipasi dalam kompetisi CT.

“Madrasah-madrasah yang sudah mempraktikkan CT diharapkan dapat meningkatkan levelnya ke level coding dan programing,” katanya.

Editor: Agus Wahyudi
Sumber: Kemenag

BACA JUGA  Pandemi Belum Berakhir, Jemaah Umrah Diimbau Patuhi Prokes

LEAVE A REPLY