Ilustrasi ODGJ: Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) mengadakan kegiatan piknik bersama 30 orang pasien ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) dari Yayasan Jamrud Biru Bekasi di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. (Foto: dompetdhuafa.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Banyak orang yang hanya fokus pada kesehatan fisiknya. Padahal, kesehatan jiwa juga memiliki peran penting yang perlu dijaga.

Kedua aspek tersebut saling memengaruhi dan dapat berpengaruh pada kualitas hidup apabila salah satunya mengalami masalah. Salah satu permasalahan yang terkait dengan kesehatan mental adalah gangguan jiwa.

Ketika seseorang mengalami gangguan jiwa, tanda-tandanya tidak selalu mudah untuk diidentifikasi. Hal ini disebabkan oleh ragam gejala yang sangat luas sehingga memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

Walaupun demikian, terdapat beberapa gejala gangguan jiwa yang umumnya muncul namun sering kali tidak disadari oleh banyak orang.

Psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya, Ella Titis Wahyuniansari, menjelaskan, ada beberapa gejala awal yang menunjukkan adanya gangguan jiwa pada seseorang, baik dalam tingkatan ringan maupun berat.

Ia menyebutkan bahwa gejala awal yang umumnya dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa adalah perubahan emosi dan perilaku yang bersifat mendadak dan cenderung ekstrem.

“Biasanya tanda-tanda awal itu ada yang sedihnya berkepanjangan, jadi sedih sepanjang waktu, atau justru senang terus tanpa sebab. Kemudian, bisa juga mendadak kebingungan terus, atau tidak mampu konsentrasi, selalu gelisah penginnya mondar-mandir,” kata Ella dilansir dari Antara.

BACA JUGA  Yatimpreneur, Komitmen Dompet Dhuafa Lampung dan Berkah Madani Center Berdayakan Yatim

LEAVE A REPLY