Ilustrasi jamu. (Foto: jamunaturalliving.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Berbicara tentang jamu, kita patut bergembira karena jamu kini telah menjadi isu global. Hal ini terlihat dari pengakuan UNESCO terhadap jamu sebagai sistem atau budaya pengobatan yang setara dengan sistem pengobatan lainnya seperti Ayurvedha, traditional Chinese medicine, dan Unani yang berasal dari India.

Pada tahun 60-an hingga 90-an, jamu sempat mendapat stigma dari masyarakat. Dua stigma utama yang dialami oleh generasi baby boomers adalah pertama, jamu dikonotasikan sebagai sesuatu yang menakutkan untuk menakut-nakuti anak-anak; kedua, istilah “bakul jamu” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu banyak berbicara tanpa fakta (membual).

Yuli Widiyastuti, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PR BBOOT) dari Organisasi Riset Kesehatan (ORK) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam presentasinya tentang “Eksplorasi Sumber Pengetahuan dan Biodiversitas Tanaman Obat Indonesia untuk Pengembangan Jamu di Masa Depan”, memaparkan bahwa salah satu hal menarik tentang jamu adalah jamu dianggap sebagai rahasia awet muda baik bagi wanita maupun pria.

Perkembangan pesat terkait jamu membuat stigma hampir tidak terdengar lagi saat ini. Yuli menjelaskan bahwa jamu berasal dari dua kata: “jampi” dan “usada” atau “Jawa” dan “ngramu”. Budaya meracik jamu sudah dikenal sejak zaman Hindu-Buddha (abad ke-6 hingga ke-7), yang terbukti dari berbagai relief candi.

Dalam catatan tertulis, kata “Jampi” pertama kali ditemukan dalam Kakawin Gatotkacasraya karya Empu Panuluh pada masa Kerajaan Kediri (abad ke-15 hingga ke-17).

Penggunaan jamu sudah dikenal sejak Kerajaan Mataram Kuno (Hindu-Buddha). Awalnya, jamu banyak digunakan untuk menjaga kesehatan keluarga kerajaan, khususnya di daerah Surakarta dan Yogyakarta.

Sejarah tertulis tentang istilah jamu dan perkembangannya di masyarakat sangat minim. Namun, perkembangan jamu saat ini sangat dipengaruhi oleh budaya pengobatan dari Cina, India, dan Arab yang tercermin dari berbagai ramuan dengan bahan impor yang masih digunakan sampai sekarang.

BACA JUGA  Perempuan dan Eksistensinya dalam Pembangunan Bangsa

LEAVE A REPLY