JAKARTA, ZNEWS.id – Pemerintah Aceh menetapkan status Pemulihan Bencana Hidrometeorologi selama 90 hari sejak 29 Januari hingga 29 April 2026.

Meski fase tanggap darurat telah berakhir, sejumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Bireuen masih menghadapi keterbatasan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

Dalam upaya mendukung pemulihan tersebut, Sekolah Quran Asy Syahid menyalurkan puluhan paket sembako kepada penyintas banjir di Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dompet Dhuafa bersama Disaster Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV).
Paket sembako yang dibagikan berisi beras, gula, minyak goreng, tepung, serta ikan kaleng. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir dan lumpur beberapa waktu lalu.

Kondisi wilayah terdampak masih menunjukkan sisa-sisa bencana. Akses menuju permukiman warga melewati jembatan darurat, sementara lumpur yang telah mengering masih tampak di sepanjang jalan dan sekitar rumah warga.

Salah satu penyintas, Mahdaleni, mengungkapkan banjir telah merusak bagian dapur dan kamar mandi rumahnya sehingga menyulitkan aktivitas memasak. Ia menyebut air mulai masuk ke rumah menjelang Subuh dan terus meningkat hingga memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Mahdaleni mengatakan bantuan sembako yang diterima sangat membantu karena persediaan bahan pangan di rumahnya telah habis akibat banjir. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan makan keluarga, termasuk sebagai bekal anak-anak sebelum berangkat sekolah.

Sementara itu, Tim Fundraising Retail ZIS Dompet Dhuafa, Anto Langgeng Prayoga, menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Quran Asy Syahid atas kontribusi dan kepercayaan dalam mendukung program kemanusiaan.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna membantu pemulihan para penyintas bencana di Aceh dan wilayah lainnya.

LEAVE A REPLY