Satini, penerima manfaat kolaboraksi kebaikan Dompet Dhuafa dan Azalea berupa paket sembako dan paket lengkap merek Azalea. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pagi hari selalu membawa harapan baru. Hangat mentari mulai menyapa, seolah mengajak insan untuk menyambut hari dengan semangat dan penuh tekad. Membawa optimisme dan keyakinan bahwa setiap usaha akan membuahkan hasil yang baik.

Kamis (13/6/2024), semua orang sibuk dengan aktivitasnya, tak terkecuali Satini (64). Sejak pagi, Satini sudah bergegas menghadiri undangan Bu RT untuk mendatangi RPTRA Jati Padang. Padahal, ia tak tahu hal baik apa yang akan menimpanya pagi itu.

Satini merupakan satu dari 20 orang penerima manfaat kolaboraksi kebaikan antara Dompet Dhuafa dan Azalea. Azalea adalah produk personal care yang terbuat dari bahan-bahan alami yang terinspirasi dari “Thibbun Nabawi”.

Satini bekerja sebagai asisten di bisnis jasa boga (catering), juga sebagai pembantu rumah tangga. Ia membantu mencuci dan membersihkan peralatan masak.

Dompet Dhuafa dan Azalea membagikan paket sembako dan paket lengkap merek Azalea kepada 20 penerima manfaat di RPTRA Jati Padang, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2024) lalu. (Foto: Dompet Dhuafa)

Dalam pekerjaannya, ada seseorang yang telah menjadi keluarga bagi Satini. Setiap kali ada pesanan tumpeng atau jasa boga, Satini senang hati datang membantu, seolah mereka terikat oleh tali tak terlihat yang menguatkan kebersamaan.

Namun, selama satu bulan terakhir sebelum kepergian ibunya, Satini lebih fokus merawat ibunya yang sakit. Kondisi ini membuatnya sering merasa letih hingga ia pun jatuh sakit. Akibatnya, sebulan terakhir Satini sudah tidak lagi bekerja.

“Saya sudah nggak kerja, Kak. Mama saya yang jagain, tapi mama saya kemarin sakit sampai sebulan lebih dan meninggal baru mau 40 hari nanti 24 (Juni). Saya sudah sendiri sekarang. Jadi, sekarang di rumah saja, tapi kalau ada pesanan biasanya saya bantu, diupayakan, karena dapat upah 100 ribu,” ungkap Satini.

Untuk menunjang kebutuhan sehari-harinya, Satini hanya berpangku tangan kepada sang anak. Kepergian sang suami lima tahun lalu membuat ia harus membanting tulang menghidupi anak-anaknya. Warga asli Wonogiri tersebut telah terbiasa sejak remaja merantau dan bekerja sebagai asisten rumah tangga.

BACA JUGA  LKC Dompet Dhuafa dan PT PUM Hadirkan Aksi Layanan Sehat di Pelosok Kalteng

LEAVE A REPLY