Jakarta, ZNews.id – Saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil berbalik ke zona hijau pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026), setelah sempat tertekan hampir sepanjang sesi. Saham BUMI ditutup menguat 0,49% ke level Rp412 per saham, meski sebelumnya sempat merosot tajam hingga mendekati 5%.

Data perdagangan menunjukkan, saham BUMI sempat menyentuh level terendah harian di Rp390 per saham sebelum akhirnya rebound menjelang penutupan. Pergerakan saham ini terjadi di tengah adanya transaksi besar di pasar negosiasi.

Tercatat, sebanyak 182,1 juta saham BUMI berpindah tangan di pasar negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp6,92 triliun. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp380 per saham dan terjadi dalam 14 kali transaksi.

Tren Pelemahan Sepekan Terakhir

Meski ditutup menguat, secara tren saham BUMI masih berada dalam tekanan. Dalam sepekan terakhir, harga saham BUMI tercatat melemah sekitar 5,5%. Bahkan, jika dihitung dari level penutupan tertinggi ke titik terendah intraday selama sepekan, koreksi saham BUMI mencapai sekitar 16%.

Tekanan terhadap saham BUMI tidak terlepas dari aksi jual masif yang dilakukan investor asal China, Chengdong Investment Corporation, yang melakukan divestasi saham dalam jumlah besar sejak akhir 2025.

Aksi Jual Chengdong Investment

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Chengdong Investment Corporation—investor tidak langsung atas nama China Investment Corporation—telah melepas total 3,71 miliar saham BUMI secara bertahap dalam periode 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Aksi divestasi tersebut dilakukan melalui 17 kali transaksi. Penjualan diawali pada 23 Desember 2025, dengan pelepasan 224 juta saham di harga Rp383 per saham. Disusul 300 juta saham di harga Rp386 per saham pada hari yang sama.

Penjualan berlanjut pada 24 Desember 2025, masing-masing sebanyak 300 juta saham di harga Rp374 dan 57,41 juta saham di harga Rp366 per saham. Pada 29 dan 30 Desember 2025, Chengdong kembali melepas ratusan juta saham di rentang harga Rp363 hingga Rp367 per saham.

Memasuki awal tahun 2026, divestasi masih berlanjut. Pada 2 Januari 2026, Chengdong menjual 291,41 juta saham di harga Rp409. Disusul penjualan tambahan 300 juta saham di harga Rp393 dan 8,59 juta saham di harga Rp409. Gelombang penjualan terus berlanjut hingga 8 Januari 2026, yang menandai akhir rangkaian divestasi.

Kepemilikan Chengdong Turun di Bawah 5%

Serangkaian aksi jual tersebut berdampak signifikan terhadap struktur kepemilikan saham BUMI. Porsi kepemilikan Chengdong turun dari 22,27 miliar saham atau 5,99% menjadi 18,56 miliar saham atau 4,99%.

Dengan penurunan tersebut, Chengdong resmi tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% di PT Bumi Resources Tbk.

LEAVE A REPLY