JAKARTA, ZNEWS.id – Dompet Dhuafa bersama mitra masjid melakukan aksi pembersihan fasilitas umum (fasum) pascabencana banjir dan longsor di Gampong Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Kegiatan ini menghidupkan kembali harapan anak-anak PAUD Tazkiyatun Nufus yang selama dua bulan terakhir tidak dapat bersekolah akibat ruang kelas tertimbun lumpur.

Tiga bangunan terdampak, yakni ruang kelas PAUD, ruang bermain, dan Pos Persalinan Desa (Polindes), sempat dipenuhi lumpur hingga setinggi di atas lutut orang dewasa.

Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar terhenti sejak bencana melanda.

Guru PAUD Tazkiyatun Nufus, Nora Rusaifa, mengaku kerap kesulitan menjawab pertanyaan muridnya tentang kapan mereka bisa kembali masuk sekolah. Sejumlah perlengkapan belajar tidak sempat diselamatkan saat air mulai meninggi dan situasi semakin mengkhawatirkan.

Melalui kolaborasi dengan Baitul Mal Masjid Izzatul Islam, Taman Serua RW 08, DKM Masjid Al Hidayah, Yayasan Nur Ilaahi Taman Serua, dan Masjid An Nur, relawan mendistribusikan air bersih sekaligus melakukan pembersihan menyeluruh di fasilitas terdampak.

Lumpur yang mengeras dikikis dan disiram hingga ruangan kembali layak digunakan.

Relawan Dompet Dhuafa, Dicky, menjelaskan bahwa wilayah tersebut sempat terisolasi akibat putusnya jembatan utama. Tim harus menggunakan perahu karet dan memasang sling untuk mendistribusikan bantuan logistik.

Gotong royong relawan, guru, dan warga kini membuahkan hasil. PAUD Tazkiyatun Nufus direncanakan kembali beroperasi setelah Lebaran.

Dompet Dhuafa mengapresiasi dukungan para mitra dan donatur yang dinilai tidak hanya memulihkan fasilitas fisik, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat terdampak bencana.

LEAVE A REPLY