Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, pada acara Temu Insan dan Leader’s Insight di Masjid Cordofa Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sebagian besar dana yang dikumpulkan oleh Dompet Dhuafa berasal dari pembayaran ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) selama Ramadan. Ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk memenuhi kewajiban mereka dan mendukung sesama yang membutuhkan.

Namun, jumlah tersebut ternyata masih di bawah potensi yang seharusnya terkumpul. Potensi zakat di Indonesia, berdasarkan kajian Badan Amil Zakat Fitrah (Baznas), mencapai Rp327 triliun.

Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan bahwa Ramadan adalah momen penting dalam siklus agenda umat Islam di dunia.

Selama bulan tersebut, masyarakat berlomba-lomba mencari kebaikan dan keberkahan dalam setiap aktivitas, termasuk menunaikan kewajiban zakat fitrah, serta berpartisipasi dalam memberikan zakat lainnya, infak, sedekah, dan wakaf.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi satu momentum yang sangat berarti, yaitu Ramadan. Ini momentum yang sangat penting dalam siklus agenda umat Islam,” ujarnya pada acara Temu Insan dan Leader’s Insight di Masjid Cordofa Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2024).

Mantan Direktur Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) itu menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum yang sangat penting bagi Dompet Dhuafa untuk memberikan edukasi tentang ZISWAF kepada masyarakat.

Dengan begitu, makin banyak orang sadar akan keutamaan ZISWAF, makin banyak pula orang-orang tidak mampu yang insyaallah terbantu.

BACA JUGA  Tablig Akbar Kebangsaan dan Peresmian Masjid Al Majid di Bukit Kemuning

LEAVE A REPLY