Ilustrasi ibadah haji. (Foto: Kemenag)

Oleh: M. Ishom el-Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Serang)

ZNEWS.ID JAKARTA – Siapa tidak kenal dengan Imam Syibli? Ulama ternama di zamannya, akan tetapi dalam dialog antara dirinya dengan Imam Zainal Abidin yang terjadi setelah menunaikan ibadah haji disimpulkan bahwa dirinya belumlah ber-haji. Lantas, bagaimana dengan kita yang kapasitasnya jauh di bawah Imam Syibli?

Dialog antara dua ulama ternama ini dimuat dalam buku “Asrar al-Hajj” karya Murtadha Askari dan patut menjadi pembelajaran bagi kita, baik yang telah maupun akan menunaikan ibadah haji di tahun ini.

Berikut ini adalah dialog lengkap kedua ulama ternama dalam sejarah Islam:

Imam Zainal Abidin (ZA): Kamu sudah pernah haji?

Imam as-Syibli (Syi) : sudah pernah, wahai cucu Nabi.

ZA: Pada waktu berada di miqat, apa kamu lepas pakaian berjahitmu dan kamu mandi?

Syi: Ya!

ZA: Apa kamu juga niat melepaskan pakaian maksiatmu dan menggantinya dengan pakaian taat kepada Allah dan rasul-nya?

Syi: Tidak!

ZA: Pada saat melepas pakaian ber-jahit-mu, apa kamu juga berniat melepaskan pamer-mu, munafik-mu, dan hasrat duniawi-mu?

Syi: Tidak

ZA: Pada saat kamu mandi, apa kamu juga berniat menyucikan diri dari perbuatan keji dan dosa?

Syi: Tidak!

ZA: Itu berarti kamu tidak mulai dari miqat, tidak melepas pakaian harian, dan tidak menyucikan diri. Sekalipun secara lahiriah kamu mulai dari miqat, bersuci, berihram dan niat haji!

Syi: Benar, saya sudah mengerjakannya.

ZA: Pada saat kamu bersuci, mengenakan kain ihram, dan niat haji, apakah kamu juga berniat menyucikan diri dengan cahayanya Allah, dan bertobat sungguh sungguh kepada Allah?

Syi: Tidak!

ZA: Apa ketika kamu berniat mengenakan kain ihram kamu juga bertekat tidak akan menggunakan segala sesuatu yang telah diharamkan Allah?

BACA JUGA  Resolusi Usai Idulfitri

Syi: Tidak!

ZA: Apa ketika kamu memulai mengerjakan ibadah haji, kamu juga berniat menghalalkan segala sesuatu yang berhubungan dengan orang lain.

Syi: Tidak!

LEAVE A REPLY