Ilustrasi bullying. (Foto: CGN089/Shutterstock)

“Ajarkan dan contohkan anak bagaimana membela dirinya saat merasa tertindas, cari dan kembangkan pula kelebihan anak, ini penting sehingga anak dapat tampil dengan percaya diri,” sarannya.

Selain itu, Vera menekankan pentingnya menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang dan harmonis, karena kondisi keluarga yang baik berpengaruh positif pada perkembangan psikologis anak.

“Penuhi hidup anak dengan cinta di rumah, sehingga anak tidak mudah merasa direndahkan oleh pelaku (perundungan),” tuturnya.

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa pada awal 2024, terdapat 141 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 35 persen di antaranya terjadi di sekolah. Bahkan, 46 anak mengakhiri hidup mereka, dengan 48 persen dari kasus tersebut terjadi di lingkungan pendidikan.

LEAVE A REPLY