Jakarta, ZNews.id – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2026, mengguncang stabilitas politik kawasan Amerika Latin. Serangan berskala besar yang menyasar ibu kota Caracas itu berujung pada penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya lantas diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan berat terkait perdagangan narkoba dan pelanggaran senjata.

Di tengah kekosongan kekuasaan yang terjadi secara mendadak, Mahkamah Agung Venezuela bergerak cepat. Lembaga yudikatif tertinggi itu menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara (interim) guna menjamin keberlangsungan pemerintahan dan stabilitas nasional. Sejak saat itu, nama Delcy Rodríguez menjadi sorotan dunia.

Penunjukan Presiden Interim di Tengah Keadaan Darurat

Pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional menyusul operasi militer AS yang disebut Caracas sebagai bentuk agresi dan pelanggaran kedaulatan. Washington dituding menggunakan dalih “perang melawan narkoba” untuk mendorong pergantian rezim dan menguasai cadangan minyak Venezuela.

Dalam situasi tersebut, Kamar Konstitusi Mahkamah Agung Venezuela menyatakan penunjukan Delcy Rodríguez dilakukan akibat “ketiadaan paksa” presiden. Penunjukan ini bertujuan menjaga kesinambungan administrasi negara serta pertahanan nasional.

Rodríguez, yang saat ini berusia 56 tahun, secara otomatis menjadi pemimpin de facto Venezuela, setidaknya untuk masa transisi yang sangat menentukan.

Dari Keluarga Revolusioner ke Pusat Kekuasaan

Delcy Eloína Gómez Rodríguez lahir di Caracas pada 18 Mei 1969, dari keluarga yang lekat dengan ideologi kiri revolusioner. Ayahnya, Jorge Antonio Rodríguez, merupakan tokoh Marxis dan pendiri Liga Sosialis pada 1970-an. Ia wafat pada 1976 saat berada dalam tahanan. Peristiwa itu membekas kuat dalam kehidupan politik Delcy dan keluarganya.

“Revolusi adalah balas dendam kami atas kematian ayah kami,” ucap Rodríguez dalam sebuah wawancara yang kerap dikutip media internasional.

Saudara kandungnya, Jorge Rodríguez, juga merupakan figur sentral dalam pemerintahan. Kini dia menjabat sebagai Presiden Majelis Nasional Venezuela.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier Awal

Rodríguez merupakan lulusan hukum Universitas Pusat Venezuela dan sempat berkarier sebagai pengacara serta dosen. Karier politiknya dimulai pada era Hugo Chávez, ketika Venezuela mengusung proyek besar “Revolusi Bolivarian”.

Sejak awal, ia dikenal sebagai teknokrat ideologis yang piawai berargumentasi dan disiplin dalam struktur partai.

Naik Daun di Era Chávez dan Maduro

Karier Delcy Rodríguez melesat melalui berbagai posisi strategis, antara lain:

  • Wakil Menteri Urusan Eropa
  • Koordinator Kantor Wakil Presiden
  • Menteri Komunikasi dan Informasi (2013–2014)
  • Menteri Luar Negeri Venezuela (2014–2017), perempuan pertama yang menjabat posisi ini
  • Ketua Majelis Konstituante pro-pemerintah
  • Wakil Presiden Venezuela sejak 2018

Sebagai Menteri Luar Negeri, Rodríguez dikenal vokal membela pemerintahan Maduro di forum internasional, termasuk PBB, serta menghadapi kritik keras terkait isu demokrasi dan hak asasi manusia.

Pengendali Sektor Ekonomi dan Minyak

Sejak 2020, Delcy Rodríguez merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan Venezuela dan Menteri Perminyakan Venezuela. Posisi ini menjadikannya tokoh kunci dalam pengelolaan sektor paling vital di Venezuela terutama di tengah sanksi ekonomi Amerika Serikat, inflasi tinggi, krisis devisa dan tekanan terhadap industri minyak nasional.

Pada Agustus 2024, Maduro secara khusus memperluas mandat Rodríguez untuk menangani dampak sanksi AS terhadap industri perminyakan yang meruoakan tulang punggung ekonomi negara.

Meski merupakan figur keras dalam retorika politik, Rodríguez kerap dipandang lebih pragmatis dalam kebijakan ekonomi. Salah satunya menerapkan pendekatan lebih ortodoks untuk menahan laju hiperinflasi.

Sanksi Internasional dan Kontroversi

Delcy Rodríguez termasuk pejabat Venezuela yang terkena sanksi internasional, antara lain dari Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan Swiss.

Sanksi tersebut meliputi pembekuan aset dan larangan bepergian, dengan alasan dugaan pelanggaran HAM dan penindasan terhadap oposisi. Ia bahkan sempat dilarang masuk Kolombia.

Namun demikian, Rodríguez diketahui membangun jejaring komunikasi dengan berbagai kalangan internasional, termasuk tokoh industri minyak dan lingkaran Partai Republik AS, menjadikannya figur yang relatif “dikenal” di Washington.

Sikap Tegas dan Diplomasi Ganda Pascapenangkapan Maduro

Usai ditunjuk sebagai presiden sementara, Rodríguez langsung tampil di televisi nasional dengan pernyataan keras.

“Satu-satunya presiden Venezuela adalah Nicolás Maduro. Kami menuntut pembebasan segera beliau dan istrinya,” katanya.

Ia mengecam operasi militer AS sebagai “agresi brutal” dan menegaskan Venezuela tidak akan menjadi koloni kekuatan mana pun.

Namun, hanya sehari berselang, Rodríguez mengunggah pernyataan berbahasa Inggris di Instagram yang bernada lebih rekonsiliatif. Dia mengajak Amerika Serikat membuka ruang dialog dan kerja sama dalam kerangka hukum internasional.

Sikap ganda yakni keras di dalam negeri, terbuka ke luar— ini menjadi ciri khas kepemimpinan sementara Rodríguez.

Dukungan dan Penolakan Global

Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menyatakan dukungan terhadap Delcy Rodríguez sebagai presiden interim, menyebutnya sebagai figur yang “cukup ramah” dan bersedia berkomunikasi dengan Washington. Namun, pernyataan ini ditanggapi dingin oleh Rodríguez yang tetap mengecam agresi militer AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyebut seluruh rezim Maduro, termasuk Rodríguez, sebagai tidak sah secara elektoral, dan menyerukan transisi politik serta pemilu baru.

Figur “Harimau” di Pusat Krisis

Maduro pernah menyebut Delcy Rodríguez sebagai “harimau”—simbol keberanian, ketangguhan, dan loyalitas tanpa kompromi. Julukan itu kembali relevan ketika ia berdiri di tengah krisis politik terbesar Venezuela dalam beberapa dekade terakhir.

Bagi pendukungnya, Rodríguez merupakan penjaga kesinambungan revolusi. Bagi para pengkritiknya, ia tetap bagian dari rezim yang dituding otoriter.

Fakta Singkat Delcy Rodríguez

Nama lengkap: Delcy Eloína Gómez Rodríguez

Lahir: 18 Mei 1969, Caracas

Pendidikan: Hukum, Universitas Pusat Venezuela

Jabatan penting:

  • Menteri Luar Negeri
  • Menteri Keuangan
  • Menteri Perminyakan
  • Wakil Presiden
  • Presiden Sementara Venezuela

Ciri kepemimpinan: Ideologis, tegas, pragmatis secara ekonomi

Penunjukan Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara Venezuela menempatkannya di persimpangan sejarah. Di tengah tekanan global, konflik geopolitik, dan krisis domestik, masa transisi ini akan menentukan apakah Venezuela menuju stabilisasi atau justru memasuki babak baru ketidakpastian.

LEAVE A REPLY