Jakarta, ZNews.id – Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, kembali menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Jahja tercatat melakukan pembelian saham BBCA di tengah tekanan yang masih membayangi pergerakan harga saham perbankan.

Aksi tersebut terungkap melalui laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026). Dalam laporan itu disebutkan, Jahja memborong sebanyak 67.000 saham BBCA dengan harga Rp7.450 per saham.

Pembelian dilakukan dalam satu kali transaksi. Dengan harga tersebut, total dana yang dikeluarkan Jahja mencapai sekitar Rp 499 juta. Dalam laporannya, Jahja menegaskan bahwa transaksi ini dilakukan dengan tujuan investasi.

Porsi Kepemilikan Masih Relatif Kecil

Meski menambah kepemilikan, porsi saham Jahja di BCA secara persentase tidak mengalami perubahan signifikan. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan sahamnya tercatat sekitar 35,00 juta saham atau setara dengan kurang lebih 0,03% dari total saham beredar BBCA.

Aksi beli ini dilakukan di tengah kondisi saham BCA yang masih berada dalam fase koreksi. Secara year to date (ytd), harga saham BBCA telah melemah sekitar 5,9%. Sementara dalam rentang 12 bulan terakhir, penurunan harga mencapai hampir 20%.

Tekanan Asing Masih Membayangi

Dalam sepekan terakhir, BBCA juga sempat berada di bawah tekanan jual investor asing. Berdasarkan data perdagangan bursa periode 26–30 Januari 2026, saham BBCA tercatat sebagai emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar.

Nilai net sell asing pada saham BCA mencapai sekitar Rp8,11 triliun. Angka tersebut jauh di atas saham perbankan besar lainnya, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan jual bersih asing sekitar Rp2,71 triliun pada periode yang sama.

Saham BBCA Rebound di Awal Pekan

Meski masih dibayangi tekanan, pergerakan saham BBCA pada perdagangan Senin menunjukkan sinyal pemulihan. Pada penutupan perdagangan sore ini, saham BBCA ditutup di level Rp 7.600 per saham, menguat 200 poin atau sekitar 2,7% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Dari sisi aktivitas perdagangan, BBCA juga mencatatkan nilai transaksi terbesar di pasar reguler hari ini, yakni mencapai Rp 2,90 triliun. Di posisi berikutnya, terdapat saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp 2,83 triliun, disusul BMRI sebesar Rp 1,60 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 1,28 triliun.

Sinyal Kepercayaan Manajemen

Aksi pembelian saham oleh jajaran manajemen puncak kerap dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental perusahaan. Di tengah volatilitas pasar dan tekanan global, langkah Jahja menambah kepemilikan saham BCA dinilai memberi pesan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perseroan.

Namun demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global serta arus dana asing yang menjadi faktor utama pergerakan saham perbankan besar dalam beberapa waktu ke depan.

LEAVE A REPLY