JAKARTA, ZNEWS.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan dirinya tidak ikut masuk ke gorong-gorong saat kegiatan kerja bakti massal pascabanjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2).
Menurut Pramono, peran seorang pemimpin lebih menekankan pada kerja pemikiran dan pengambilan keputusan strategis.
Hal tersebut disampaikan Pramono sambil berkelakar ketika berdiri bersama mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Ia menyebut keduanya dibesarkan dalam tradisi teknokrasi yang menempatkan pemikiran sebagai instrumen utama dalam bekerja.
“Saya tadi bercanda dengan Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Jadi yang bekerja itu pikiran dan otak, bukan harus masuk gorong-gorong,” ujar Pramono.
Meski demikian, seperti dilansir Antara, Pramono menegaskan dirinya tidak menutup kemungkinan untuk turun langsung ke lapangan. Namun, ia menilai aksi tersebut justru bisa menjadi sorotan yang tidak perlu.
“Kalau sekali-sekali gubernur masuk gorong-gorong, saya bisa saja. Tapi nanti yang heboh malah wartawannya,” ucapnya.
Dalam kegiatan kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 171.134 personel gabungan yang tersebar di 44 kecamatan dan 267 kelurahan.
Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, BUMD, TNI-Polri, hingga partisipasi masyarakat.
Selain personel, Pemprov DKI juga mengoperasikan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas pembersihan pascabanjir.
Pramono menyampaikan, kerja bakti massal ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional, sekaligus bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan pencegahan banjir berulang di Jakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan fokus utama kegiatan adalah pengurasan dan pembersihan saluran air guna mencegah penyumbatan serta menekan potensi penyakit.
“Membersihkan lingkungan jauh lebih efektif untuk mencegah jentik nyamuk dibandingkan hanya mengandalkan fogging,” kata Rano.
Pemprov DKI juga berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta yang menyediakan ribuan peralatan kerja, mulai dari cangkul, sekop, gerobak dorong, hingga karung sampah.
Pemerintah Provinsi DKI berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.


























