Ilustrasi Lembaga Zakat Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID JAKARTA – Program bantuan sosial untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia sudah digulirkan pemerintah. Namun, menurut Praktisi Pemberdayaan Masyarakat, Sigit Iko Sugondo, masih banyak ditemui masyarakat dengan kategori kemiskinan ekstrem yang belum masuk dalam daftar penerima program bantuan sosial.

Karena itu, lembaga zakat berperan menjadi komplementer, memberikan bantuan kepada rumah tangga-rumah tangga yang belum masuk dalam daftar bantuan tersebut.

“Melalui optimalisasi wakaf produktif, maka lembaga zakat akan berperan mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ungkap Sigit, dilansir dari laman resmi BRIN, Kamis (22/9/2022).

Diketahui, sebanyak 61 persen penduduk ekstrem tinggal di pedesaan. Menurut Sigit, setidaknya ada empat pihak yang dapat berkolaborasi dalam upaya menghapus kemiskinan ekstrem di pedesaan, yakni Pemerintah Desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), nazir, dan pesantren.

Jumlah Baznas secara nasional, kata Sigit, sekitar 600 yang tersebar di kabupaten/kota, sedangkan LAZ yang masuk forum zakat berjumlah 189.

“Artinya, hampir 800 pengelola zakat di Indonesia yang bisa terlibat dalam penanganan kemiskinan ekstrem di pedesaan,” katanya.

Kemudian nazir, pihak yang mengelola aset wakaf. Wakaf memiliki aset-aset pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh rumah tangga-rumah tangga miskin di pedesaan. Sedangkan pesantren memiliki kekuatan sosial dengan santri sebagai agen perubahan.

“Selain itu, pesantren juga bisa menjadi konsumen, off taker dari produk-produk pemberdayaan masyarakat pedesaan,” tutur Sigit.

BACA JUGA  Pengertian Wakaf Produktif sebagai Solusi Ekonomi Umat

LEAVE A REPLY