JAKARTA, ZNEWS.id – Di balik deretan rumah megah Menteng, Jakarta Pusat, masih terdapat permukiman padat dengan kondisi hunian jauh dari layak.

Salah satunya rumah milik Tatang (71) di RT 015 RW 001 Kelurahan Menteng. Bangunan dua lantai berukuran hanya 3×4 meter itu telah ia tempati sejak lahir dan kini dihuni 10 anggota keluarga.

Bagian depan rumah tampak rapuh: kusen kayu lapuk, jendela ditutup triplek, serta pintu yang kusam. Area tersebut juga difungsikan sebagai dapur kecil dengan kompor sederhana. Masuk ke dalam, ruangan sempit penuh barang mulai dari lemari, kulkas, hingga matras tipis yang menjadi alas tidur.

Di balik ruang depan terdapat kamar mandi mungil tanpa pintu yang sudah lepas. Tangga menuju lantai dua pun miring dan harus dinaiki perlahan. Lantai atas lebih lapang namun tanpa sekat, tanpa plafon, dan atap sengnya sudah berlubang. Beberapa baskom diletakkan untuk menadah air ketika hujan.

Tatang mengaku tinggal bersama istri, anak, menantu, serta cucu. Enam orang tidur berdesakan di lantai dua, sementara tiga lainnya tidur di lantai bawah. “Kalau sudah ngantuk ya apa adanya saja,” ujarnya, dikutip detikcom.

Kerusakan atap membuat rumah sering bocor saat hujan, sementara pada cuaca panas suhu di dalam rumah sangat tinggi. Sang anak, Desi, menuturkan rumah juga kerap jadi lintasan tikus; bahkan cucunya beberapa kali digigit saat tidur.

Pada Jumat (14/11), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengunjungi lokasi untuk melihat langsung kondisi hunian tersebut. Ia memastikan rumah Tatang menjadi salah satu yang akan direnovasi melalui gotong royong tanpa penggunaan APBN. Ara juga menyiapkan bantuan Rp 100 juta, dan pekerjaan renovasi dijadwalkan mulai 24 November 2025.

“Kita tidak bisa menunggu. Ada dua rumah yang akan ditangani dulu sebagai langkah awal,” kata Ara.

LEAVE A REPLY