Riski Fernando (30) asal Way Jepara, Lampung Timur, salah satu pasien yang singgah di Shelter Sehati LPM Dompet Dhuafa. (Foto: LPM DD)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kecelakaan kerja yang terjadi pada 2019, menjadi kerjadian awal dari perjuangan berat yang akan dilewati Riski. Benturan keras dan terjatuh membuat Riski mengalami luka robekan di area paha, patah tulang pinggul dan paha sebelah kanan, serta mengalami pecah di kantung kemih.

Setelah mendapatkan penanganan awal di rumah sakit daerah, kondisi Riski memburuk akibat infeksi di kantung kemihnya. Ia harus melanjutkan perjuangan sembuhnya dengan pergi ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional, Dr Cipto Mangunkusumo.

Riski menjalani serangkaian operasi, seperti pasang pan kaki, operasi tambal kulit untuk menutupi luka yang bolong, dan pasang pan di pinggul. Saat pandemi Covid-19, Riski dan istrinya kembali ke Lampung dan meneruskan berobat secara rawat jalan.

Riski bercerita, selama berada di Jakarta, ia dan istrinya menyewa kontrakan selama 10 bulan di lingkungan yang terjal, sehingga menyulitkan perjalanannya ke rumah sakit. Selama masa pengobatan di Jakarta, Riski harus berhadapan dengan keterbatasan ekonomi.

Riski Fernando (30) asal Way Jepara, Lampung Timur, salah satu pasien yang singgah di Shelter Sehati LPM Dompet Dhuafa. (Foto: LPM DD)

Perusahaan hanya memberikan bantuan sebatas ketentuan, sehingga mereka harus mencari biaya tambahan dengan usaha sendiri.

“Keadaan ekonomi saya pas-pasan, sebelum berangkat ke sini saya pinjam dari koperasi, 2 motor saya jual, warung saya habis, semuanya habis. Pokoknya saya berjuang sekeras mungkin untuk biaya pengobatan di sini. Belum lagi saya memikirkan anak saya di sana,” ucap Riski.

Pada 22 Januari 2022, Riski harus kembali berobat ke RSCM untuk menjalani operasi pada kaki yang masih mengalami infeksi dan pemasangan pan Ilizarof. Setelah operasi selesai, Riski dan istri harus mencari tempat tinggal untuk singgah.

Karena kondisi fisiknya yang belum memungkinkan, Riski tidak bisa kembali ke kontrakan sebelumnya. Oleh karena itu, mereka mencari tempat tinggal atau rumah singgah yang sesuai dengan keadaan Riski.

BACA JUGA  Peresmian Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur

LEAVE A REPLY