JAKARTA, ZNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat dua rumah rusak berat dan 91 rumah lainnya terancam akibat pergeseran tanah di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi.

Dua keluarga yang terdampak langsung, enam jiwa, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, menyampaikan bahwa tim BPBD bersama relawan terus melakukan pendataan di lapangan. “Kami menyiagakan petugas untuk pengawasan dan evakuasi setiap hari, mengingat seluruh wilayah Desa Cibanteng rawan pergeseran tanah dan longsor,” ujar Asep, Selasa (4/11).

Kepala Desa Cibanteng, Muryani, menambahkan pergeseran tanah telah terlihat sejak seminggu terakhir dan semakin meluas dalam dua hari terakhir. Dampaknya, dinding dan lantai rumah retak, bahkan tanah di halaman mulai amblas. Kerusakan juga terjadi pada jalan desa sepanjang 20 meter, yang terancam amblas akibat terkikis tanah di bawahnya.

BPBD mengimbau warga tetap waspada dan siap mengungsi segera jika pergeseran tanah bertambah parah, terutama saat hujan deras. Cuaca ekstrem yang melanda Cianjur juga memicu bencana lain, seperti angin puting beliung, pohon tumbang, dan longsor, sehingga kewaspadaan masyarakat di seluruh wilayah tetap diperlukan.

LEAVE A REPLY