Oleh: Wahyu Nizam (Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara)

ZNEWS.ID JAKARTA – Terhitung pada awal Maret lalu hingga kini pandemi Covid-19 masih belum usai. Virus ini terus menjadi masalah serius yang harus membuat semua Negara di dunia berpikir ribuan kali dalam mempertahankan sektor-sektor kenegaraan. Mulai dari pendidikan, sosial, budaya, hingga ekonomi.

Ekonomi menjadi sektor yang sangat penting di masa sekarang. Banyak negara di dunia mengalami resesi ekonomi akibat lemahnya pertumbuhan ekonomi perkuartalnya yang disebabkan oleh dampak pandemi.

Dalam data bank dunia yang tertuang dalam laporan global economic prospects edisi Juni 2020, ekonomi global diprediksi akan mengalami resesi di tahun 2020 ini. Resesi ini dikatakan sebagai kondisi terburuk setelah perang dunia ke-II.

Dilansir dari kompas.com, saat ini telah ada beberapa negara yang mengalami resesi, di antaranya Korea Selatan, Singapura, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, dan Italia. Negara-negara tersebut mengalami penyusutan ekonomi secara tajam sehingga membuat pertumbuhan ekonomi tersendat diangka minus.

Tidak dapat dimungkiri, Indonesia sebagai negara yang juga terdampak Covid-19 dengan jumlah kasus terbanyak ke-23 di dunia harus benar-benar mempunyai strategi yang kuat guna mempertahankan ekonomi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuarta II (Q2) 2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32% year on year (yoy).

Angka ini memburuk dari kuartal I (Q2) tahun 2020 yaitu 2,97% sedangkan kuartal II 2019 mencapai angka 5,05%. Salah satu faktor besar yang menyebabkan lemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekspor yang juga turut menurun.

BACA JUGA  Pesan Moral dari Pertemuan Para Menteri Pertanian G20 di Bali

LEAVE A REPLY