Ilustrasi utang. (Foto: Shutterstock.com

ZNEWS.ID JAKARTA – Ada pro dan kontra tentang pengaruh utang terhadap kewajiban zakat. Perbedaan ini muncul karena tidak ada teks Al-Qur’an maupun sunah yang membahasnya secara eksplisit.

Kendati demikian, di tengah perbedaan tersebut, para ulama sepakat bahwa utang tidak berpengaruh terhadap kewajiban zakat manakala kewajiban zakat sudah ada sebelum adanya utang. Berikut pendapat ulama dalam hal ini.

Pertama, utang tidak mengurangi kewajiban zakat. Pendapat ini merupakan pendapat ulama Syafi’iyyah, Zahiriyyah, dan salah satu riwayat Ahmad.

Ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa kewajiban utang menyatu dengan harta sehingga membayarnya merupakan tanggungan seseorang.

Karena utang tidak terkait dengan harta yang wajib dizakati, maka utang tidak mengurangi kewajiban zakat. Jika seseorang memiliki utang dan menggunakan hartanya untuk membayar utang sebelum waktu zakat tiba, hal itu diperbolehkan.

Kedua, utang mengurangi kewajiban zakat harta tidak tampak (al-batinah) berupa emas, perak, dan sejenisnya. Sedangkan untuk zakat harta yang tampak (az-zahirah) seperti pertanian dan peternakan, utang tidak menjadi pengurang.

Pendapat ini dinyatakan oleh ulama Malikiyyah dan Hanafiyyah. Hujah (dalil) mereka adalah atsar Usman bin Affan ra yang memerintahkan pembayaran utang sebelum mengeluarkan zakat.

BACA JUGA  Hukum Utang dalam Islam

LEAVE A REPLY