ZNEWS.ID JAKARTA – Munafik adalah orang yang ucapan dan isi hatinya tidak sejalan. Allah SWT bahkan menegaskan bahwa mereka adalah musuh yang sesungguhnya, sebagaimana tertulis dalam surah Al-Munafiqun ayat 4.
۞ وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌۗ يَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُۖ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Artinya: “Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?”
Ayat tersebut menggambarkan bahwa orang munafik memiliki penampilan yang memukau dan kata-kata yang manis, namun sejatinya mereka kosong bagaikan kayu yang bersandar. Mereka selalu merasa terancam, sehingga Allah memerintahkan kaum muslimin untuk mewaspadai mereka.
Dalam bahasa sehari-hari, munafik sering diartikan sebagai orang bermuka dua. KBBI mendefinisikannya sebagai berpura-pura percaya atau setia pada agama, namun sebenarnya tidak demikian di dalam hati.
Ahmad Warson Munawir dalam Kamus Arab Al-Muntasir menjelaskan bahwa kata “munafik” berasal dari kata nifaq yang berarti pura-pura, yaitu keluar dari iman secara diam-diam.
Menurut Ibnu Jurij, tanda munafik terlihat saat perkataan tidak sesuai perbuatan, perasaan berbeda dengan yang diungkapkan, dan penampilan luar tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.
Jenis-Jenis Munafik
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Shifat al-Munafiqin, kemunafikan terbagi menjadi dua:
1. Munafik Aqidah
Menyembunyikan kekafiran di hati, namun menampakkan keimanan melalui ucapan dan perbuatan. Golongan ini sejatinya kafir, namun ingin terlihat beriman, sehingga Allah memberi penyakit hati pada mereka.
2. Munafik Amali
Menunjukkan perilaku layaknya mukmin yang baik dan ramah demi mendapat kepercayaan orang lain, padahal hatinya mengingkari hal tersebut.
Ciri-ciri Orang Munafik dalam Al-Qur’an dan Hadis
1. Ragu terhadap Islam
Dalam surah Al-Hadid ayat 14, orang munafik digambarkan sebagai mereka yang meragukan janji Allah, menunda-nunda ketaatan, dan terbuai angan-angan hingga terjerumus tipu daya setan.
يُنَادُوْنَهُمْ اَلَمْ نَكُنْ مَّعَكُمْۗ قَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ اَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْاَمَانِيُّ حَتّٰى جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ وَغَرَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
Artinya: “Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, ‘Bukankah kami dahulu bersama kamu?’ Mereka menjawab, ‘Benar, tapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah’.”
2. Iri dan Dengki
Surah Ali ‘Imran ayat 120 menyebutkan bahwa mereka bersedih jika orang beriman mendapatkan kebaikan, namun gembira jika saudaranya tertimpa musibah.
اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
Artinya: “Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.”
3. Mengajak pada Kemungkaran
Surah At-Taubah ayat 67 menjelaskan bahwa mereka mendorong perbuatan mungkar, melarang kebaikan, bersikap kikir, dan melupakan Allah sehingga Allah pun membiarkan mereka.
اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ – ٦٧
Artinya: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama). Mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”
4. Pendusta
Surah Al-Munafiqun ayat 1 menegaskan bahwa meski mereka mengaku Nabi Muhammad adalah Rasulullah, pengakuan itu dusta karena hatinya tidak beriman.
اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ – ١
Artinya: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, ‘Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.”
5. Khianat dan Ingkar Janji
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut empat tanda munafik sejati: berkhianat saat diberi amanah, berdusta saat berbicara, mengingkari janji, dan berbuat zalim ketika berselisih.
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
Artinya: “Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: jika diberi amanat, khianat; jika berbicara, dusta; jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; jika berselisih, dia akan berbuat zalim.” (HR Muslim)

























