Ilustrasi judi online. (Foto: SHUTTERSTOCK/MAXX-STUDIO)

Oleh: M Ishom el Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Serang)

ZNEWS.ID JAKARTA– Berbekal pengalaman menghadapi orang yang kecanduan judi, kita butuh cara penanganan yang tepat untuk menyembuhkannya. Orang yang sudah gila judi tidak bisa dihadapi dengan mengancam, mengisolasi, atau tindakan kasar lainnya.

Bermain judi atau taruhan pada dasarnya timbul dari gangguan kejiwaan. Sehingga, langkah utama penyembuhannya adalah melalui pendekatan kejiwaan. Dalam ilmu kejiwaan setiap orang yang belum “kokoh” pikiran (mind)-nya selalu ada dalam dirinya yang disebut spekulasi atau berandai-andai

Spekulasi sendiri merupakan potensi kecerdasan. Oleh sebab itu, orang berjudi sebenarnya tergolong cerdas. Akan tetapi, sayangnya kecerdasan itu tanpa didasari kejujuran.

Sandungan kejiwaan orang-orang yang bermain judi mayoritas adalah tidak jujur. Makanya, perhatikan! Kalau kita memiliki orang dekat yang bermain judi, mereka biasanya tidak jujur.

Bila dia merupakan suami yang mulai suka judi, maka dia akan tidak jujur kepada istrinya. Jika dia adalah istri yang mulai gemar judi, maka dia akan tertutup dengan suaminya. Begitu pula anak yang tergelincir ikut perjudian, maka dirinya mudah berbohong kepada orang tuanya.

Spekulasi dan andai-andai yang tak kunjung didapat hasilnya itu tertutup rapat, sampai bertumpuk utangnya, ludes penghasilannya, dan tak menutup kemungkinan bangkrut usahanya.

Walaupun orang yang gemar berjudi sudah dalam kondisi seperti itu karena dari awal telah tersandung masalah kejujuran, maka menjadi bertambah sakit kejiwaannya.

Gelagat kurang baik akibat tidak jujur kepada keluarga dan orang dekat secara umum memicu kejiwaan penjudi untuk “mengurung diri”. Di saat kondisi seperti ini mereka sebetulnya butuh arahan kejiwaan.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa dan Koalisi Masyarakat Sipil Gaungkan Aksi Solidaritas Palestina

LEAVE A REPLY