Ilustrasi Judi Online. (Freepik)

Oleh: HM Sidik Sisdiyanto (Direktur KSKK Madrasah, Kementerian Agama)

ZNEWS.ID JAKARTA – Fenomena judi online di Indonesia sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, menjadikan negara ini berada dalam kondisi darurat. Perkembangan teknologi dan akses internet mampu membantu pekerjaan kita semakin mudah, namun di sisi lain menghadirkan sisi negatif seperti praktik perjudian melalui platform digital.

Meskipun berbagai peraturan telah diterapkan untuk melarang aktivitas ini, judi online tetap tumbuh subur dan menimbulkan dampak negatif yang luas bagi masyarakat.

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani darurat judi online adalah sifat anonim dan lintas batas dari aktivitas tersebut. Situs-situs judi online yang banyak berbasis di luar negeri, membuat penegakan hukum menjadi lebih kompleks.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pemblokiran terhadap ribuan situs judi online, namun para pelaku terus mencari cara untuk menghindari blokir tersebut dengan berpindah-pindah situs atau menggunakan VPN.

Dampak dari judi online sangat merugikan, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Banyak kasus di mana individu mengalami kerugian finansial yang besar, terjerat utang, bahkan mengalami gangguan mental akibat kecanduan judi.

Selain itu, konflik dalam keluarga sering kali muncul sebagai akibat dari kebiasaan berjudi, menciptakan ketegangan dan masalah sosial lainnya. Judi menjadi angan-angan semu, yang hanya menggerus harta dan meretakkan bahtera rumah tangga.

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terpapar judi online, seperti yang diungkap Kepala Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring (Satgas Judi Online) Menko Polhukan Hadi Tjahjanto yang menyampaikan sudah memiliki data warga yang bermain judi online di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah transaksi hingga perputaran uang dari aktivitas yang dilakukan juga sudah diperoleh. Judi online ini merambah sampai ke tingkat desa, tingkat kelurahan dengan berbagai modus.

BACA JUGA  Bangun Jiwa Wirausaha sejak Dini lewat Market Day di PAUD Pengembangan Insani

Berdasarkan data yang diperoleh Satgas, terdapat lima provinsi yang menjadi sarang pemain judi online. Nilai transaksinya bahkan mencapai triliunan rupiah.

LEAVE A REPLY