Ilustrasi jerawat. (Foto: stylecraze.com)

JAKARTA – Ada anggapan bahwa produksi minyak berlebih yang berkaitan dengan jerawat dapat memperlambat penuaan kulit, termasuk mengurangi kerutan.

Dokter spesialis kulit dan kosmetologi Shareefa Chause menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung anggapan tersebut.

“Sebum memang memiliki peran dalam menjaga hidrasi dan kekencangan kulit, berfungsi seperti pelembap alami yang melawan kekeringan seiring bertambahnya usia. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti pasti terkait hal ini,” ujar Shareefa dikutip dari Hindustan Times.

Lebih lanjut, dokter dari Klinik Perawatan Kulit Shareefa tersebut menjelaskan bahwa jerawat muncul akibat folikel rambut yang tersumbat oleh campuran sebum, sel kulit mati, dan bakteri.

“Penyumbatan ini dapat menyebabkan berbagai jenis jerawat, mulai dari komedo putih hingga lesi kistik, yang tidak hanya memengaruhi penampilan fisik seseorang tetapi juga kesejahteraan emosional,” katanya.

Shareefa menjelaskan bahwa jerawat dapat disebabkan oleh fluktuasi hormon, faktor genetik, dan kondisi lingkungan yang memengaruhi kesehatan kulit.

Menurutnya, ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat memperburuk peradangan pada kulit, yang kemudian memicu munculnya jerawat. Faktor stres juga memiliki peran serupa.

LEAVE A REPLY