JAKARTA, ZNEWS.id – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh santri untuk menjaga keikhlasan dan kesantunan sebagai ciri khas dunia pesantren di momen Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.
Pesan Menag tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Istighosah Hari Santri bertajuk “Doa Santri untuk Negeri”, Selasa (21/10) di Masjid Istiqlal, Jakarta.
“Santri yang santun kepada kiainya, akan menjadi anak yang santun kepada orang tuanya, dan masyarakat yang santun terhadap pemimpinnya,” tegas Menag.
Ia menekankan bahwa kesantunan di pesantren lahir dari niat luhur, yang akan kembali membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Acara dihadiri ribuan santri dari seluruh Indonesia, bersama pejabat Kemenag dan tokoh agama. Menag menjelaskan, pesantren telah memainkan peran penting sejak abad ke-13 dalam membina masyarakat menjadi bangsa yang beradab. Nilai Pancasila tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, menurutnya, berakar dari praktik keseharian di pesantren.
Ia juga menyoroti kemandirian pesantren, yang seluruhnya berdiri tanpa status negeri. “Semua berdiri di atas kaki sendiri, tanpa pamrih. Inilah keikhlasan luar biasa dalam mendidik dan melayani umat,” ujar Menag, dikutip dari laman resmi Kemenag.
Menag memberikan apresiasi kepada Direktur Pesantren, Basnang Said, dan jajaran Ditjen Pendidikan Islam atas persiapan Hari Santri 2025. Ia juga mengumumkan rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kemenag, sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan dukungan pemerintah terhadap dunia pesantren.
“Mohon doanya, insyaallah akan terbentuk Ditjen Pesantren, sebagai bentuk perhatian sekaligus apresiasi untuk perjuangan pesantren selama ini,” ungkap Menag.
Menutup sambutannya, Menag mengajak seluruh jamaah mendoakan para ulama dan pendiri pesantren. “Semoga Allah memberkahi kita semua, menjadikan santri cahaya bangsa, dan pesantren sebagai sumber peradaban Indonesia,” harapnya.



























