Ilustrasi Membangun SDM Produktif Berkategori 4.0. (Foto: Shutterstock)

Oleh: Udiansyah (Dosen ULM dan Pendiri Kampus Gratis)

ZNEWS.ID JAKARTA – Produktivitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya. Maka, SDM yang berkualitas dan kompeten menjadi kunci utama keberhasilan negara dalam menggerakkan ekonomi.

Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada seberapa banyak SDM yang terjun langsung dalam perekonomian sektor riil, berwirausaha, dan menciptakan sesuatu yang produktif.

Rektor IPB yang juga Ketua Umum MPP ICMI, Prof Arif Satria, menggolongkan lulusan SMA sederajat berdasarkan kekayaan keluarga dan kejeniusan alumni, menjadi empat kategori, yaitu kaya pintar, kaya bodoh, miskin pintar, dan miskin bodoh.

Kategori 1, 2, dan 3 tidak ada masalah apapun jika mereka sungguh-sungguh ingin melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi.

Kategori kaya dan pintar, kemanapun mereka mau kuliah, bahkan mau ke luar negeri  pasti mereka bisa. Kategori kaya bodoh juga sama, tidak bermasalah.

Walaupun, terakhir ini menimbulkan masalah serius di dunia pendidikan nasional kita. Hal ini bisa terjadi karena yang bersangkutan tergolong masyarakat kredensial yang terinfeksi penyakit ijazah.

Jika mereka yang tergolong kategori 2 ini, mengambil kesempatan bekerja di perusahaan keluarga mereka dengan sungguh-sungguh. Mereka pasti mendapatkan kompetensi yang luar biasa, tidak akan kalah dengan mereka yang melanjutkan kuliah.

Ijazah yang seharusnya merupakan sertifikat bahwa seseorang mempunyai pengetahuan tertentu untuk memupuk dan mengembangkan peradaban, tetapi dengan penyakit ijazah, maka ijazah hanya sebagai pamer gelar untuk mencari keuntungan finansial dan nonfinansial

Masyarakat kredensial ini menganggap ijazah salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi, baik dalam pemerintahan maupun swasta (Rendall Collin, 1979).

BACA JUGA  Literasi adalah Kunci

LEAVE A REPLY