Masjid Quba (Foto: Shutterstock)

Oleh: Edy Supriatna Syafei

ZNEWS.ID JAKARTA – Usai salat Subuh, di luar pintu Nomor 6 Masjid Nabawi, Madinah, berkerumun para sopir taksi menawarkan jasa kepada jemaah umrah untuk berziarah ke Masjid Quba.

Jarak antara Masjid Nabawi dan Quba sesungguhnya dekat, kisaran 5 km. Para sopir menawarkan diri dengan harga 10 Riyal per orang.

Karena itu, para sopir di Kota Madinah, baik saat musim haji maupun umrah, membeludak seperti pasca-Lebaran ini, mereka mendapat rezeki durian runtuh.

Ongkos jasa taksi 10 Riyal Arab Saudi itu jika dihitung dengan Rupiah memang masih tergolong mahal, sekitar Rp42 ribu. Beberapa orang akan memilih jalan kaki ke Masjid Quba. Alasannya, berhemat.

Sudah lumrah, ada jemaah umrah membawa kalkulator jika ingin berbelanja untuk buah tangan bagi anggota keluarganya.

Kalkulator dimainkan, terutama bila barang yang hendak dibeli harganya diperhitungkan berdasarkan kurs Rupiah. Jika dinilai mahal, maka niat membeli diurungkan.

“Ziarah…ziarah Quba,” teriak para sopir mengenakan pakaian gamis bersurban putih. Suara mereka seolah saling bersahutan.

Di dalam mobil, sang sopir berkata dengan kalimat Bahasa Indonesia. “Indonesia bagus,” katanya.

Ia tiba-tiba mengucap kalimat, tak menolak jika dibayar dengan uang Jokowi. Maksudnya, dibayar dengan uang Rupiah.

Di Makkah dan Madinah, uang Rupiah sebutannya sudah diubah menjadi uang Jokowi. “Jokowi populer. Ya, populer, dikenal Raja Arab,” kata sang sopir bernama Basir, namun lebih senang dipanggil Muhammad atau Ahmad.

BACA JUGA  Jangan Gengsi Pakai Peci

LEAVE A REPLY