Ilustrasi zakat. (Foto: zakat.or.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pada prinsipnya, zakat adalah kewajiban bagi umat Islam untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada yang berhak menerimanya. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial di masyarakat.

Salah satu bentuk zakat yang seringkali terabaikan adalah zakat penghasilan. Zakat penghasilan, juga dikenal sebagai zakat profesi atau zakat gaji, adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan seseorang yang mencapai nisab (batas minimum) setelah memenuhi kebutuhan dasar dan hutang-hutang yang wajib dibayarkan.

Zakat penghasilan mengacu pada persentase tertentu dari pendapatan yang harus diberikan kepada yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, masyarakat yang membutuhkan, orang yang berhak menerima zakat, dan lain sebagainya.

Pentingnya zakat penghasilan terletak pada beberapa aspek. Pertama, zakat penghasilan berfungsi sebagai instrumen redistribusi kekayaan. Dalam masyarakat, ketimpangan ekonomi sering kali menjadi sumber ketidakadilan dan ketegangan sosial.

Dengan memberikan zakat penghasilan, orang-orang yang lebih mampu memberikan kontribusi mereka untuk membantu mereka yang kurang beruntung secara finansial. Hal ini dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umum.

Kedua, zakat penghasilan membantu mengurangi kemiskinan. Di banyak negara, termasuk di Indonesia, masih ada banyak individu dan keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Dengan memberikan zakat penghasilan secara konsisten, individu yang memiliki penghasilan yang mencukupi dapat berperan dalam mengurangi kemiskinan dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam jangka panjang, ini dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

BACA JUGA  Studi: Perasaan Harus Bahagia Berdampak Buruk terhadap Psikologis

LEAVE A REPLY