Ilustrasi: Dompet Dhuafa melangsungkan Panen Raya di Desa Krajan RT 03/RW 01, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (17/2/2022) pagi. (Foto: Dompet Dhuafa)

Oleh: Prof Dr Ir Muhammad Syakir (Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI)/Peneliti Senior BRIN)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pada momentum Hari Tani, 24 September 2022, sudah selayaknya seluruh elemen bangsa ini memberikan apresiasi kepada para petani Indonesia yang telah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Khususnya pada petani di lima provinsi penghasil beras tertinggi di Indonesia, yaitu petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Provinsi Sumatra Selatan.

Para petani di lima provinsi itu  telah membuktikan bahwa krisis pangan yang ditakutkan ternyata dapat dihadapi dan diatasi secara bersama-sama.

Provinsi Jawa Timur menghasilkan padi 9.908.932 ton dan beras 5.692.143 ton. Diikuti Jawa Tengah memproduksi padi 9.765.167 ton yang setara beras 5.586.621 ton.

Sementara Provinsi Jawa Barat memanen padi 9.354.369 ton setara beras 5.374.153 ton. Berikutnya Sulawesi Selatan menghasilkan padi 5.152.871 ton atau beras 2.941.673 ton. Terakhir, Sumatra Selatan memproduksi padi 2.540.944 ton yang setara beras 1.451.634 ton.

Tentu keberhasilan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat semua dapat memahami karena para petani di Pulau Jawa mendapat anugerah semburan abu dari gunung berapi, sehingga tanahnya relatif lebih subur.

Semua patut mengapresiasi lebih mendalam kepada para petani di Sulawesi Selatan dan Sumatra Selatan yang telah membuktikan bahwa teknologi dapat mengubah tanah yang relatif kurang subur menjadi lahan yang produktif untuk beras.

BACA JUGA  YBM PLN UP2B Sumbagteng dan DD Singgalang Salurkan Ratusan Paket Santunan dan Beras

LEAVE A REPLY