Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatra Selatan (DD Sumsel) melaksanakan Pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Pilar 1 di Desa Sukabumi, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Senin (24/7/2023). (Foto: DD Sumsel)

ZNEWS.ID OKU TIMUR – Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatra Selatan (DD Sumsel) melaksanakan Pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Pilar 1 di Desa Sukabumi, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Senin (24/7/2023).

Pemicuan STBM, sebagaimana didefinisikan dalam Permenkes No.3/2014 adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat.

Pemicuan STBM di Kabupaten OKU Timur ini digelar dengan tema Sosialisasi dan Pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di kawasan dan Pos Sehat Desa Sukabumi, OKU Timur, Sumatra Selatan yang belum memiliki jamban sesuai standar.

Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatra Selatan (DD Sumsel) melaksanakan Pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Pilar 1 di Desa Sukabumi, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Senin (24/7/2023). (Foto: DD Sumsel)

Gelaran ini dilatarbelakangi oleh kondisi jamban atau WC di setiap rumah tangga di Desa Sukabumi yang masih terus menjadi masalah dan belum juga tertuntaskan. Data menunjukkan bahwa sekitar 103 KK yang tersebar di 5 dusun belum memiliki jamban keluarga.

Oleh karena itu, LKC Dompet Dhuafa Sumsel mengajak masyarakat yang tidak memiliki jamban untuk ikut dalam pemicuan dan penandatanganan komitmen pembuatan jamban sehat.

Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatra Selatan (DD Sumsel) melaksanakan Pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Pilar 1 di Desa Sukabumi, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Senin (24/7/2023). (Foto: DD Sumsel)

“Melalui pemicuan ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (kebisaan BAB di sembarang tempat) adalah masalah bersama, karena dapat berimplikasi kepada semua masyarakat. Sehingga, pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama,” ungkap Miki Apriani, Penanggung Jawab Program Pemicuan STBM.

Pemicuan yang dilaksanakan di rumah Kepala Desa Sukabumi ini diikuti oleh sembilan warga yang tidak memiliki jamban dan dihadiri juga oleh Kepala LKC Dompet Dhuafa Sumsel dan tim, Kepala Desa beserta staf pemerintah Desa Sukabumi, tokoh agama Desa Sukabumi, dan mahasiswi KKN Universitas Nurul Huda.

BACA JUGA  LKC DD dan Laznas PHR Jakarta Gelar Khitanan Massal di Lenteng Agung

LEAVE A REPLY