JAKARTA, ZNEWS.id – Pencemaran sungai akibat kebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan, dilaporkan meluas hingga wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, seperti dilansir kompas.com,  pihaknya bersama kepolisian dan dinas terkait terus memantau pergerakan air yang diduga tercemar sejak awal kejadian.

Ia menyebutkan, hingga kini ratusan sampel air telah diambil dan sedang diuji di laboratorium untuk mengetahui tingkat pencemaran serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. Selain kualitas air, pengujian juga akan dilakukan terhadap organisme dasar perairan atau bentos yang menjadi bioindikator kesehatan sungai.

Menurut Hanif, bentos merupakan biota yang hidup di dasar perairan dan menjadi indikator utama untuk menilai kelayakan kondisi sungai yang terdampak pencemaran. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi lingkungan perairan pascakejadian.

Kebakaran gudang pestisida terjadi pada Senin (9/2/2026) dini hari dan menyebabkan pencemaran aliran Sungai Jaletreng hingga Sungai Cisadane. Pencemaran diduga berasal dari air pemadaman yang bercampur dengan zat kimia dari material pestisida yang terbakar, lalu mengalir melalui saluran got dan gorong-gorong mengikuti arus air.

Danton Damkar Tangerang Selatan, Sahroni, menjelaskan bahwa zat kimia dari bahan yang terbakar terbawa aliran air hingga ke sungai dan bermuara ke Sungai Jaletreng yang menjadi salah satu jalur menuju Kali Angke.

Dampaknya, sejumlah ikan ditemukan mati di aliran sungai, termasuk di wilayah BSD.

Limbah kimia dari kebakaran tersebut diduga terus terbawa arus hingga mencemari wilayah hilir, bahkan dilaporkan telah mencapai Teluknaga. Pemerintah kini masih melakukan pemantauan dan pengujian lanjutan untuk memastikan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan ekosistem perairan.

LEAVE A REPLY