Kharisma dari Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Lampung bersama tiga temannya mengangkat project social yang diberi nama V-Meran Amal (Volunteers Meran Amal) dalam Volunesia Bootcamp 2022 yang digelar Dompet Dhuafa. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dalam giat Volunesia Bootcamp 2022, Kharisma dari Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Lampung bersama tiga temannya mengangkat project social yang diberi nama V-Meran Amal (Volunteers Meran Amal).

V-Meran Amal merupakan project yang lahir dan terinspirasi dari Volunesia Bootcamp. Bagi mereka, V-Meran Amal merupakan project unik.

Sebab, semua masyarakat bisa berperan sebagai volunteer dan bisa menjadi meranners, semua masyarakat yang ikut bergabung dan berdampak dalan V-Meran Amal.

Setiap masyarakat umum yang ingin turut mendukung gerakan difabel dan terwujudnya lingkungan yang inklusi untuk para difabel bisa mengikuti pamerannya ataupun penggalanagan dananya.

Kharisma dari Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Lampung bersama tiga temannya mengangkat project social yang diberi nama V-Meran Amal (Volunteers Meran Amal) dalam Volunesia Bootcamp 2022 yang digelar Dompet Dhuafa. (Foto: Dompet Dhuafa)

Kharisma dan tim mencetus program ini karena ingin mengimplementasikan materi-materi yang diajarkan selama Volunesia Bootcamp.

“Saya dan tim tertarik untuk menggandeng anak-anak atau sahabat difabel yang ada di sekitar Bandarlampung untuk bersama-sama menjadi V-Meran Amal,” ungkap Kharisma saat gelaran final Volunesia Bootcamp 2022 di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, beberapa waktu lalu.

“Ada berbagai macam anak difabel yang mengikuti projek V-Meran ini. Para difabel yang ada di V-Meran Amal ini adalah down syndrome, autism, tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita,” tambahnya.

BACA JUGA  Kunjungi Dompet Dhuafa, UIN Suka Bahas Tata Kelola Wakaf Produkif hingga Isu Lingkungan

LEAVE A REPLY