
ZNEWS.ID JAKARTA – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan berkembang menjadi kondisi berbahaya dalam waktu singkat.
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Infeksi ini dapat menyebabkan penurunan trombosit dalam darah yang berujung pada pendarahan hebat dan komplikasi lainnya.
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan tajam kasus DBD selama beberapa tahun terakhir. Pada 2023, sebanyak 114.720 kasus dengan 894 kematian. Sementara 2024, ada 244.409 kasus dengan 1.430 kematian. Hingga pertengahan 2025, Kementerian Kesehatan mencatat total 67.030 kasus DBD di seluruh Indonesia.
Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi secara nasional, melaporkan 17.281 kasus atau sekitar 26% dari total keseluruhan, sehingga menempatkannya di urutan pertama.
Menyusul di posisi kedua adalah Jawa Timur dengan jumlah kasus mencapai 10.290. Sementara itu, Provinsi Bali dan Jawa Tengah juga menunjukkan angka yang cukup tinggi, masing-masing mencatatkan 6.443 dan 6.279 kasus. Provinsi Lampung tidak ketinggalan dengan total 4.858 kasus DBD.
Beberapa provinsi lain yang turut menyumbang angka kasus signifikan adalah Sulawesi Selatan dengan 2.318 kasus serta Nusa Tenggara Barat dengan 2.251 kasus. Sementara itu, Sumatra Utara, Banten, dan Riau melengkapi daftar sepuluh besar provinsi dengan kasus DBD terbanyak di Indonesia.
Situasi Global: Bangladesh dan AS
Bangladesh juga mencatat lonjakan signifikan kasus DBD pada pertengahan 2025 dengan lebih dari 10.000 kasus dan 42 kematian. Penyakit ini menyebar cepat selama musim hujan, terutama dari Juni hingga September.
Sementara itu, Amerika Serikat mulai menghadapi DBD sebagai “kenormalan baru”. Negara bagian seperti California, Florida, dan Texas mengalami peningkatan kasus, sebagian besar dari penularan lokal. Pada 2024, tercatat 725 kasus di California saja, naik drastis dari tahun sebelumnya.
Langkah Pencegahan DBD
Pemerintah mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat dengan gerakan 3M Plus:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat wadah air dan mengubur barang bekas.
- Mendaur ulang barang bekas agar tak jadi sarang nyamuk.
- Plus: penggunaan obat nyamuk, kawat kasa, pelihara ikan pemakan jentik, fogging, dan gotong royong membersihkan lingkungan.
Gejala DBD yang Harus Diwaspadai
- Demam tinggi
- Sakit kepala dan nyeri otot
- Ruam merah
- Muntah, mimisan, gusi berdarah
- Kelelahan dan gelisah
Pertolongan Pertama saat Gejala DBD Muncul
- Istirahat cukup
- Minum air minimal 2 liter sehari
- Kompres hangat
- Obat penurun demam
- Segera ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk
Perlindungan Diri Sendiri
- Pakai kelambu dan lotion anti nyamuk
- Gunakan pakaian tertutup
- Konsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga
- Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan aktif dari masyarakat, risiko penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan. Segera konsultasikan ke tenaga medis jika ditemukan gejala DBD agar tidak terjadi komplikasi serius.























