JAKARTA, ZNEWS.id –  Hingga hari ke-57 pascabencana banjir bandang dan longsor, akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah Aceh Tengah masih menghadapi banyak kendala.

Kerusakan jalan, timbunan longsor, serta jarak fasilitas kesehatan yang jauh membuat penyintas kesulitan mendapatkan pelayanan medis dasar.

Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) menghadirkan Pos Medis keliling di Dusun Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (22/1/2026). Tim medis bergerak langsung ke wilayah terdampak dengan pendekatan jemput bola untuk memastikan layanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat.

Tim yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, apoteker, serta relawan Psychological First Aid (PFA) yang fokus memberikan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak penyintas bencana.

“Masih ada wilayah di Aceh Tengah yang tergolong rentan dan terisolasi. Kondisi jalan berdebu dan tertutup longsor membuat warga sulit menjangkau puskesmas. Karena itu, kami memilih hadir langsung ke lokasi-lokasi terdampak,” ujar dr. Rifa, relawan dokter Dompet Dhuafa di Aceh Tengah.

Sebanyak 52 warga memanfaatkan layanan Pos Medis tersebut, didominasi oleh lansia, ibu, dan anak. Keluhan kesehatan yang paling banyak ditemui antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gatal-gatal, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan.

Selain pelayanan di pos, tim medis juga melakukan kunjungan rumah ke rumah bagi warga yang tidak memungkinkan datang ke lokasi layanan.

Koordinator Medis LKC Aceh Tengah, Nufus, menjelaskan terdapat 10 jenis penyakit terbanyak yang ditangani, di antaranya cephalgia, gastroenteritis akut, hipertensi, ISPA, dermatitis, nyeri punggung bawah, dan nyeri otot.

Tim juga menggelar kegiatan psikososial bagi 23 anak untuk membantu pemulihan kesehatan mental pascabencana.

“Selain pengobatan fisik, kami juga fokus pada pemulihan kesehatan jiwa anak-anak melalui kegiatan psikososial agar mereka kembali optimis dan memiliki harapan ke depan,” jelasnya.

Salah satu penyintas lansia, Kamaludin (65), mengaku mengalami sakit kepala dan gatal-gatal sejak banjir melanda dan merusak lahan sawah miliknya. Ia mengaku kesulitan mengakses layanan kesehatan karena jarak puskesmas yang cukup jauh.

“Ke puskesmas jauh sekali. Alhamdulillah sekarang bisa periksa dan dapat obat langsung di Pos Medis,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yurida (35) yang datang bersama anaknya, Ulwa (8 bulan). Ia mengeluhkan kondisi anaknya yang demam, batuk, serta mengalami ruam dan gatal di area wajah dan leher.
“Akses jalan masih banyak sisa longsor dan debu, jadi sulit ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Melalui layanan Pos Medis keliling ini, Dompet Dhuafa terus berupaya memastikan kebutuhan kesehatan penyintas tetap terpenuhi sekaligus mendorong pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tengah.

LEAVE A REPLY