Jakarta, ZNews.id – Komisaris PT Petrosea Tbk. (PTRO), Erwin Ciputra melakukan aksi beli saham perseroan dengan nilai transaksi mencapai Rp3,65 miliar. Pembelian tersebut dilakukan di tengah aktivitas perdagangan saham PTRO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, Erwin membeli saham biasa PTRO dalam satu kali transaksi pada 26 Januari 2026. Selain menjabat sebagai komisaris di Petrosea, Erwin juga dikenal sebagai Direktur Utama PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA).

“Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan kepemilikan langsung,” tulis Erwin dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Selasa (27/1/2026).

Rincian Transaksi Saham

Dalam transaksi tersebut, Erwin memborong 400.000 lembar saham PTRO dengan harga Rp9.138 per saham. Dengan harga tersebut, total dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp3,65 miliar.

Aksi pembelian ini membuat kepemilikan saham Erwin di PTRO mengalami peningkatan. Setelah transaksi, ia tercatat menggenggam 11,05 juta saham PTRO, atau setara 0,10 persen hak suara. Sebelumnya, kepemilikan sahamnya berada di level 10,65 juta lembar, dengan persentase hak suara yang relatif sama.

Langkah manajemen membeli saham perusahaan sering dipandang pelaku pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek dan kinerja emiten ke depan, meskipun tetap bergantung pada kondisi fundamental dan dinamika pasar.

Pergerakan Saham di Bursa

Pada perdagangan bursa, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terpantau menguat 2,40 persen atau naik 200 poin ke posisi Rp8.525 per saham pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (27/1/2026).

Meski demikian, secara year to date (YtD) sepanjang tahun berjalan 2026, saham TPIA masih mencerminkan pelemahan sekitar 23,88 persen.

Petrosea Bentuk Anak Usaha Baru

Di sisi lain, PT Petrosea Tbk. juga mencatatkan langkah strategis dengan mendirikan anak perusahaan baru di luar bisnis intinya. Perseroan mengumumkan pembentukan PT Kinarya Medika Selaras (KIMS) sebagai bagian dari strategi pengembangan dan diversifikasi usaha.

Corporate Secretary Petrosea, Anto Broto, menyampaikan pendirian KIMS dilakukan bersama anak usaha yang sepenuhnya dimiliki perseroan, yakni PT Rekakarsa Karya Nusantara.

“Perseroan bersama anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya telah mendirikan perusahaan baru bernama PT Kinarya Medika Selaras,” ujar Anto dalam keterbukaan informasi, Senin (15/12/2025).

KIMS didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 24 tanggal 15 Desember 2025 dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada hari yang sama.

Perusahaan anyar tersebut akan bergerak di bidang layanan dan aktivitas kesehatan manusia dan sosial, termasuk aktivitas profesional, ilmiah, teknis, serta perdagangan eceran.

Dari sisi permodalan, KIMS memiliki modal dasar sebesar Rp4 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor penuh senilai Rp1 miliar. Dalam struktur kepemilikan, PT Petrosea Tbk. menguasai 99,90 persen saham atau senilai Rp999 juta, sementara PT Rekakarsa Karya Nusantara memiliki 0,10 persen saham atau setara Rp1 juta.

Anto menambahkan, pembentukan anak usaha ini diharapkan memberikan dampak positif bagi Petrosea, baik dari sisi dukungan operasional maupun penguatan strategi jangka panjang.

“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dukungan operasional sekaligus menjadi bagian dari implementasi strategi diversifikasi usaha perseroan,” katanya.

LEAVE A REPLY