Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa bersama komite Forum Beasiswa Indonesia (FBI), Paragon Corp, Indonesian Scholarship Center (ISC), PPI Dunia, Pemimpin ID, Maxima, Medco.id, Rumah Kepemimpinan, IZI, BSI, dan lembaga beasiswa lainnya, menggelar Rapat Kerja FBI di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, Kamis (7/9/2023). (Foto: LPI DD)

ZNEWS.ID JAKARTA – Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa berKolaborAksi dengan Forum Beasiswa Indonesia (FBI) yang dalam waktu dekat akan menggelar Kongres Beasiswa ke-3. Guna menguatkan sinergi tersebut, LPI Dompet Dhuafa bersama Komite FBI (Paragon Corp, Indonesian Scholarship Center (ISC), PPI Dunia, Pemimpin ID, Maxima, Medco.id, Rumah Kepemimpinan, IZI, BSI, dan lembaga beasiswa lainnya) menggelar Rapat Kerja FBI di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Rapat kerja yang dibuka Sri Nurhidayah, Ketua FBI, dibuka dengan sejarah pembentukan FBI sekaligus menjelaskan catatan kerja yang menggambarkan kerja-kerja nyata FBI 2021-2022.

Dalam penyampaiannya, Nuk, sapaan akrabnya, menjelasakan pentingnya berkolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia demi membangun Indonesia Emas 2045.

“FBI mengupayakan pengelolaan beasiswa sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku, kami menyediakan forum diskusi untuk me-review dan mengevaluasi regulasi, proses, tahapan serta dampak beasiswa,” ujar Nuk.

Mendekati Kongres Beasiswa ke-3, Muhammad Saepudin, Ketua Kongres Beasiswa ke-3, mengatakan akan mengembangkan dan menerapkan kode etik, pedoman atau standar pengelolaan beasiswa yang ada di Indonesia.

“Di Kongres Beasiwa ke-3, kami mencoba melakukan pemerataan akses informasi beasiswa dengan membangun pusat data beasiswa komprehensif, satu pintu, dan mudah diakses,” katanya.

Ia menambahkan, sinergitas antara lembaga pengelola beasiswa, pemerintah, perusahaan, NGO, komunitas beasiswa dan pihak terkait lainya sangat perlu dilakukan.

Saepudin berharap Rapat Kerja menuju Kongres Beasiswa ke-3 dapat mendorong terciptanya sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam bidang beasiswa di Indonesia baik itu lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, luar negeri, perusahaan, yayasan, dan organisasi/komunitas.

“Tanggung jawab yang besar dalam membangun bangsa sedianya akan menjadi lebih ringan jika setiap lembaga beasiswa mampu berkolaborasi dan bergotong-royong dalam karya di manapun ranahnya,” tutupnya. (LPI DD/AR)

BACA JUGA  Daun Curry Asian Cuisine dan Dompet Dhuafa Hadirkan Belanja Buku bareng Santri

LEAVE A REPLY