Dompet Dhuafa Sumsel menyalurkan paket pangan pada Nenek Gembong beberapa waktu lalu. (Foto: DD Sumsel)

ZNEWS.ID PALEMBANG – Nenek Gembong dan Umi Kalsum, dua dari 264 penerima paket berbuka puasa dan 350 takjil dari Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, yang dibagikan pada Sabtu (2/5/2020). Dalam menyalurkan paket berbuka dan takjil, tim tidak mudah untuk dapat menjangkau kediaman kedua warga dhuafa yang tinggal di RT 29, Rw 10, Kelurahan Ilir Barat II, Palembang ini.

Tak ada jalan sama sekali untuk menuju rumah Nenek Gembong. Tim harus menyusuri pinggiran dam yang nyaris penuh dengan air. Sedikit saja salah melangkah atau terpeleset, sudah pasti akan langsung terbawa aliran air di dam.

Tak terbayangkan, bagaimana Nenek Gembong, dengan tubuh yang sudah renta dan mata yang sudah rabun setiap harinya harus melangkahkan kakinya menyusuri dam, untuk pergi atau pulang dari memijat warga setempat.

Saat tim tiba di kediaman nenek berusia lebih kurang 81 tahun ini, kondisi rumah sangat memprihatinkan. Nenek bersama satu orang anaknya ini tinggal di rumah kayu dengan ukuran sekitar 3×4 meter.

Dompet Dhuafa Sumsel membagikan paket berbuka dan takjil. (Foto: DD Sumsel)

Dinding rumah yang sudah rapuh, membuat sebagian berlubang. Embusan angin masih terasa, meski telah berada dalam rumah sekalipun.

Tak terlihat barang-barang elektronik seperti televisi dan kompor untuk memasak. Tempat tidur pun beralas tikar. Beruntung, warga sekitar cukup peka dengan kondisi sang nenek, sehingga mereka juga sering memberikan bantuan.

Kondisi yang hampir sama juga dialami Umi Kalsum, yang berada tidak jauh dari rumah Nenek Gembong. Untuk menyambangi rumah ibu dengan tiga orang anak ini, tim harus melepas sepatu dan menyingsingkan celana karena rumah tergenang air rawa.

Saat tim tiba, dari rumah yang sudah terlihat tua, dengan dinding yang mulai keropos, Umi Kalsum menyambut tim Dompet Dhuafa Sumsel. Dengan raut wajah gembira, Umi Kalsium mempersilakan tim masuk.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Sumsel akan Distribusikan Kurban ke Enam Kabupaten/Kota
Dompet Dhuafa Sumsel membagikan paket berbuka dan takjil. (Foto: DD Sumsel)

Dia bercerita, sebelum pandemi Corona, ia masih bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dari penghasilan menjadi guru mengaji. Tapi, sekarang tidak lagi. Umi Kalsum kehilangan mata pencarian keluarganya.

Tak ada lagi anak didik yang memberikan beras atau upah dari jasanya mengajar mengaji. Begitu pun dengan susu kedelai yang biasa ia jual setiap pagi. Sepi, karena dampak pandemi.

Apalagi, kini sudah bulan puasa sehingga ia menghentikan sementara usaha kecil-kecilannya itu. Bersama suami yang memang sudah tidak sangup lagi bekerja karena usia, serta ketiga anaknya, mereka hidup dengan belas kasihan tetangga dan orang-orang terdekat.

“Oleh karena itulah, kami sangat berterima kasih kepada Dompet Duafa Sumsel dan donatur, yang telah peduli dengan keluarga kami. Sebelumnya, kami dibantu paket pangan, beras 10 kg, telur, gula, minyak goreng, ikan lele, susu, vitamin dan lain sebagainya. Kini, kembali diberikan paket berbuka puasa dan takjil. Kami ucapkan terima kasih,” tutur Umi Kalsum.

Oleh: Zal
Editor: Agus Wahyudi

LEAVE A REPLY