Jemaah haji memadati jalan di Mina saat akan menuju ke Jamarat. (Foto: Kemenag)

Oleh: M Ishom el Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Serang)

ZNEWS.ID JAKARTA – Di antara tambahan pelayanan yang diberikan Pemerintah Indonesia untuk jemaah haji 1445 H/2024 M adalah menyewakan tenda-tenda di Mina yang lebih dekat dengan tempat lontar jamrah (Jamarat).

Di tahun-tahun sebelumnya jemaah haji Indonesia reguler biasanya ditempatkan di Mina Jadid yang berjarak 6 km hingga 8 km dari Jamarat. Pada tahun ini, tenda yang ditempati jemaah haji Indonesia semuanya di tanah Mina yang berjarak paling jauh 5 km dari Jamarat.

Walaupun demikian, penempatan kemah jemaah haji yang lebih dekat dan lebih mahal harga sewanya itu ternyata menuai kritik.

Dalam siaran media sosial yang dikirimkan langsung jemaah haji yang bisa ditonton langsung warga Indonesia, dilaporkan jemaah mengeluhkan fasilitas di Mina.

Mereka mengeluhkan tenda yang sempit dan over kapasitas penghuninya, serta keluhan lain yang berhubungan dengan fasilitas di Mina.

Masyarakat di Tanah Air banyak yang terpancing pemberitaan itu dengan memberikan komentar-komentar negatif terhadap pelayanan pemerintah terhadap jemaah haji.

Hal itu dapat dimaklumi sebab kebanyakan mereka juga belum pernah menginjakkan ke Bumi Mina dan minim pengetahuan mereka tentang ekosistem haji.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Hadirkan Solusi Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Berbasis Kawasan

LEAVE A REPLY